SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Selama libur Lebaran 2026, destinasi wisata Bukit Tawap yang berada di Desa Pagar Batu, Kecamatan Saronggi, Sumenep menjadi spot favorit untuk berlibur hingga dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Bahkan, ada warga yang rela menunggu giliran untuk menikmati wahana pemandian yang menjadi daya tarik utama tempat wisata tersebut.
Diketahui, untuk jumlah wisatawan selama libur panjang tersebut terus meningkat. Sedangkan area wisata tampak penuh oleh pengunjung yang datang bersama keluarga maupun rombongan. Sehingga, pengunjung pun harus rela mengantre cukup lama untuk bisa masuk.
Baca juga: Pesona Pantai Karanggongso, Jadi Primadona Baru Kawasan Selatan Pulau Jawa
"Kami rombongan sekitar 15 orang, tidak menyangka suasananya masih ramai. Tadi harus antre untuk mendapatkan tiket," ujar Sofia, salah satu pengunjung asal Pamekasan, Senin (30/03/2026).
Baca juga: Destinasi Alam Coban Talun Malang, Suguhkan Spot Instagramable yang Diburu Wisatawan
Diketahui, untuk menikmati wisata ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp20 ribu per orang. Kehadiran destinasi ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Wisata Bukit Tawap sendiri merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dinilai sukses dalam pengelolaannya. Sehingga tak heran jika taman wisata yang mulai dikenal sejak tahun 2021, kini terus berkembang hingga kini. Selain itu, Bukit Tawap merupakan bagian dari upaya Pemerintah Desa Pagar Batu dalam menciptakan destinasi wisata berbasis konsep Emmas (Elok, Maju, Mandiri, Aman, dan Sejahtera).
Baca juga: Berpanorama Alam, Wisata Jolotundo Nganjuk Jadi Destinasi Pilihan Berlibur saat Lebaran
Wisata ini menawarkan berbagai fasilitas, mulai dari kolam pemandian hingga sumber air belerang yang dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan. Untuk pembangunan wisata ini juga merupakan hasil gotong royong masyarakat desa, sehingga menjadi "tabungan bersama" bagi warga. Sehingga, pihaknya pun turut mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam menggali potensi lokal agar mampu meningkatkan nilai ekonomi desa dan mendorong kemandirian. sm-01/dsy
Editor : Redaksi