SurabayaPagi, Surabaya - Dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik selama momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan tradisi Lebaran Ketupat, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengintensifkan pengamanan jaringan transmisi melalui Operasi Grebeg Ketupat, patroli terpadu, serta sosialisasi keselamatan kelistrikan di sejumlah wilayah strategis di Jawa Timur.
Kegiatan Operasi Grebeg Ketupat dilaksanakan pada 27–28 Maret 2026 dengan fokus pada penertiban serta mitigasi potensi gangguan dari balon udara.
Baca juga: Perkuat Implementasi GCG, PLN UPT Malang Tegaskan Komitmen Integritas Tanpa Kompromi
Operasi ini menyasar sejumlah daerah yang memiliki tradisi penerbangan balon udara saat Lebaran, seperti Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Jombang, hingga Pasuruan.
Di Kabupaten Tulungagung, kegiatan difokuskan di Kecamatan Bandung, Besuki, dan Durenan. Sementara di Trenggalek, patroli dilakukan di wilayah kota serta Kecamatan Pogalan dan Tugu.
Adapun di Ponorogo, pengamanan diperkuat seiring adanya agenda Festival Balon Udara pada 29 Maret 2026.
Seluruh kegiatan dilaksanakan melalui sinergi lintas unit PLN dengan dukungan unsur pengamanan setempat, termasuk kegiatan operasi yang dilaksanakan di wilayah Jombang yang mendapatkan pengawalan dari Polsek Jogoroto.
Petugas PLN melakukan patroli, sosialisasi langsung kepada masyarakat, serta penertiban terhadap balon udara yang berpotensi mengganggu jaringan transmisi, khususnya pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
Jajaran manajemen UIT JBM turut terjun langsung ke lapangan sebagai bentuk komitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan.
Di wilayah Pasuruan, PLN juga melaksanakan patroli intensif dan sosialisasi keselamatan kelistrikan di sekitar Gardu Induk Grati.
Baca juga: Berikan Edukasi Pada Warga, PLN dan Aparat Amankan 6 Balon Udara Liar Saat Operasi Gabungan
Tim PLN bersama petugas Line Walker aktif memberikan edukasi kepada panitia dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Petik Laut, terkait manfaat serta potensi bahaya kelistrikan, khususnya di area dekat jaringan tegangan tinggi.
PLN turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keandalan jaringan listrik.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa penguatan patroli dan sosialisasi merupakan langkah preventif yang harus dilakukan secara konsisten, terutama pada periode dengan intensitas aktivitas masyarakat yang tinggi.
“Seluruh unit kami arahkan untuk meningkatkan patroli pengamanan jaringan serta mengedepankan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Edukasi ini penting agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini dan keandalan sistem tetap terjaga,” ujar Ika.
Ia menambahkan, kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian dari kesiapsiagaan PLN dalam mengantisipasi potensi gangguan kelistrikan, khususnya pada masa perayaan hari besar keagamaan.
Baca juga: Kolaborasi Dengan Kelurahan Ketegan, YBM PLN UIT JBM Salurkan 250 Santunan Dhuafa
PLN memahami bahwa tradisi menerbangkan balon udara merupakan bagian dari budaya masyarakat di sejumlah daerah. Namun, balon udara yang tidak terkendali dapat menimbulkan risiko serius, seperti gangguan pada penghantar listrik, korsleting, hingga pemadaman dalam skala luas.
Melalui Operasi Grebeg Ketupat dan patroli terpadu ini, PLN tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif melalui edukasi kepada masyarakat.
PLN pun mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan tradisi secara lebih aman, antara lain dengan menggunakan balon udara yang ditambatkan.
Dengan langkah preventif dan kolaboratif ini, PLN optimistis dapat meminimalisir potensi gangguan kelistrikan selama periode Idul Fitri dan Lebaran Ketupat, sehingga masyarakat dapat beribadah dan merayakan hari kemenangan dengan aman, nyaman, serta tanpa gangguan pasokan listrik. Byb
Editor : Redaksi