SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategi menghemat (efisiensi) bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menjaga kualitas lingkungan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya komitmen menargetkan kendaraan operasional di lingkungan lingkungannya sebagai komitmen menjalankan kebijakan peraturan pemerintah pusat. Dan dengan adanya kebijakan tersebut pemkot juga melakukan lelang kendaraan operasional yang usianya sudah melebihi tujuh tahun pada pekan kedua April 2026.
"Adanya kebijakan ini, Pemkot Surabaya juga menerapkan opsi work from home (WFH) dan mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan listrik," jelas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Rabu (15/04/2026).
Baca juga: Mulai September-Desember 2026, Pemkot Surabaya Gelar Lomba Kampung Pancasila di Seluruh RW
Sementara, untuk kendaraan yang dilelang itu akan diganti menjadi kendaraan listrik untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menjaga kualitas lingkungan. Sehingga, pihak yg menargetkan, transisi dari kendaraan BBM ke listrik dimulai pada Mei 2026 asalkan proses lelang kendaraan tersebut berhasil seluruhnya.
Baca juga: Momentum HUT RI: Pemkot Surabaya Gelar Doa Lintas Agama, Komitmen Jaga Persatuan
"Hari ini juga punya komitmen, 80 (unit) kendaraan juga kita lelang. Yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum dilelang. Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan (sistem) sewa," ujarnya.
Baca juga: Pemkot Mulai Siapkan Paskibraka Surabaya Jadi Duta Kampung Pancasila 2027
Ia menjelaskan, dalam proses lelang tersebut pemkot bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) juga akan melakukan proses percepatan lelang. Lelang kendaraan ini merupakan bagian dari upaya pemkot untuk efisiensi pemakaian energi BBM. "Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif," katanya. sb-05/dsy
Editor : Redaksi