Tingkatkan Kualitas Layanan, Probolinggo Uji Coba Tiket Daring Wisata Bromo

surabayapagi.com
Ilustrasi. Wisatawan saat mengunjungi wisata di kawasan pasir berbisik Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pihaknya kini tengah melakukan  uji coba sistem tiket daring di kawasan wisata Gunung Bromo Sekaligus sebagai langkah strategis menuju pengelolaan wisata yang lebih modern dan transparan dalam pengelolaan tiket secara digital.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi, menyebut jika Dengan sistem daring, wisatawan diharapkan sudah memiliki tiket sebelum tiba di lokasi, sehingga dapat mengurangi antrean dan penumpukan di pintu masuk kawasan wisata. Dimana, sistem tersebut tidak hanya mempermudah wisatawan dalam membeli tiket, tetapi juga membantu pengaturan arus kunjungan agar lebih tertib dan terkontrol.

Baca juga: Bupati Probolinggo Imbau ASN dan Pelaksana Program MBG Tak Pakai LPG 3 Kg

"Uji coba itu dilaksanakan bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point dan Bromo Medic Run, yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya jumlah pengunjung," jelasnya, Kamis (16/04/2026).

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, DPUPR Probolinggo Percepat Tambal Sulam Jalan

Sementara itu, selama pelaksanaan uji coba, petugas Disporapar ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memberikan informasi dan mengarahkan pengunjung yang belum memiliki tiket agar melakukan pembelian secara daring terlebih dahulu. Meski masih ada kendala dalam penerapan sistem tiket daring seperti belum meratanya pemahaman wisatawan, keterbatasan akses pembayaran digital serta kondisi jaringan internet di beberapa titik.

Baca juga: Bakal Jadi Destinasi Wisata, Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi Capai 95 Persen

Ke depan, Disporapar Probolinggo akan meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat jaringan internet di kawasan wisata serta menyediakan layanan bantuan transaksi bagi wisatawan yang mengalami kendala. Dan diharapkan, adanya kebijakan tiket daring di wisata Bromo tersebut, masyarakat dan wisatawan juga turut dapat mendukung sistem ini sebagai langkah menuju pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib dan berkelanjutan. pr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru