Ketua DPP PSI Bestari Barus, yang Eks Anak Buah Surya Paloh Bantah Jokowi akan Ambil Alih Partai Nas

Sejumlah Anggota DPR NasDem, Bakal Gabung PSI

Reporter : Redaksi

SURABAYA PAGI, Jakarta - Setelah Ahmad Ali, Rusdi Masse (mantan Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan), dan Bestari Barus, bakal ada lagi sejumlah kader NasDem membelot ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus tegaskan kini bakal ada sekitar 15 hingga 20 orang yang akan bergabung ke PSI. Dia mengungkapkan banyak pihak yang tertarik dengan PSI.
 Mantan politikus NasDem itu bahkan menyebut mereka hanya menunggu waktu yang tepat untuk bergabung. Lantas siapa 20 orang itu? Bestari masih enggan mengungkapkannya, ia khawatir jika diungkapkan saat ini, mereka akan dipecat dari partai mereka.
      Tapi saya mengisyaratkan bahwa apa, Grace juga menyampaikan bahwa ya, ya seperti itu. Tapi nggak mungkin kemudian kita buka gitu, kasihan nanti dipecat dari sana" kata Bestari. Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, optimistis akan ada lagi sejumlah
pihak yang akan bergabung dengan partainya di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep.
Siapa saja mereka?
Ya nggak mungkin dong saya sampaikan (dari partai mana), tapi kan saya sudah isyaratkan bahwa Rusdi Masse itu hanya satu dari 15 sampai 20 lagi,kata Bestari Barus saat dihubungi, Kamis (15/4/2026).
Beberapa anggota DPR-RI NasDem, yang dihubungi Surabaya Pagi, Kamis (16/4) bakal terjadi fenomena "bedol desa; di mana sejumlah kader senior dan pengurus Partai NasDem berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Ia mencontohkan tokoh senior yang telah pindah antara lain Ahmad Ali, Rusdi Masse (mantan Ketua DPW NasDem Sulawesi Selatan), dan Bestari Barus. sejumlah kader Partai NasDem yang berpindah (melompat) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah benar. Fenomena ini terjadi dalam gelombang ;bedol desa; atau perpindahan kader dari NasDem ke PSI, terutama yang ramai diberitakan pada awal tahun 2026.
20 Anggota DPR RI
Bestari Barus menceritakan bahwa ada sekitar 20 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang ingin bergabung dengan partainya. Ditemui di Sumber, Solo, setelah melakukan pertemuan dengan mantan Presiden Jokowi, mantan Politikus Partai Nasdem ini menegaskan dari 20 anggota DPR tersebut tidak semua berasal dari Nasdem. Menurutnya perpindahan para anggota DPR RI dari partai lamanya ke PSI adalah hal yanglumrah dilakukan oleh para politikus.

(Politikus Nasdem pindah PSI?) Banyak sekali yang berpindah, contohnya kan saya. Terus ada lagi Rusdi Masse pindah ke PSI meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Ah itu biasa saja masih ada 15-20 lagi yang mau pindah," kata Bestari Barus.
Dikonfirmasi 20 anggota DPR RI yang akan berpindah partai ke PSI, Bestari Barus tidak mau mengatakan nama-nama hingga partai para politikus sebelumnya.
Bestari Barus hanya menegaskan bahwa pindahnya para politisi dari partai lama ke PSI karena melihat sosok mantan Presiden Jokowi yang sangat menggugah minat untuk berpindah.
Semenjak diketahuinya bahwa Pak Jokowi ini menjadi patron daripada PSI, maka itu sangat menggugah perasaan banyak pihak politisi untuk bisa bergabung bersama PSI ke depan, karena adanya Pak Jokowi. Bahkan mereka itu menyatakan diri siap untuk terjun langsung membentuk kepengurusan sampai ke tingkat paling bawah," katanya menambahkan.Isu Jokowi akan Ambil Nasdem Mantan politikus Nasdem ini juga membantah adanya isu miring yang mengatakan bahwa mantan Presiden Jokowi akan mengambil alih partai Nasdem. Menurutnya isu tersebut
hanya dibuat pihak tertentu untuk membentuk opini negatif.
Bestari Barus justru memuji sosok mantan Presiden Jokowi yang dianggap sangat baik dalam pekerjaan dan memiliki rating tinggi. Sehingga sangat wajar banyak jika masyarakat banyak yang mengikuti mantan Presiden ke-7 tersebut.
Tanggapan Partai NasDem Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, menanggapi santai perpindahan ini. Ia menghormati keputusan kader yang ingin mencari suasana dan tantangan baru, serta menegaskan bahwa internal NasDem tetap solid.
Ada dugaan bahwa perpindahan ini berkaitan dengan peran Joko Widodo (Jokowi).
Fenomena ini disebut berdampak signifikan pada peta kekuatan politik di wilayah tertentu, terutama Sulawesi, di mana basis suara diprediksi akan bergeser Beberapa kader NasDem merasa tidak puas dengan dinamika dan kepengurusan internal Partai NasDem, di mana peran kader senior mulai tergeser oleh politikus muda.
Kepindahan tokoh-tokoh penting seperti Ahmad Ali, Rusdi Masse, dan Bestari Barus memicu efek domino pengaruhi kader lain untuk ikut pindah ke PSI, kata kader NasDem pria. Ia duga ada peran Joko Widodo dalam perpindahan para politikus tersebut ke PSI.
Dikatakan, PSI menawarkan jabatan dan tugas penting bagi eks kader NasDem yang bergabung, yang dinilai sebagai kesempatan baru.
Selain diduga adanya perbedaan pandangan atau dinamika internal yang menyebabkan kader merasa lebih sejalan dengan visi PSI, terutama yang mengikuti jejak dukungan ke pemerintahan Jokowi.
Ali Didapuk Ketua Harian PSI
Di partai yang dipimpin oleh Kaesang itu, Ahmad Ali didapuk sebagai Ketua Harian PSI yang ditetapkan pada Jumat (26/9/2025). Selain dari Partai Nasdem, PSI juga kedatangan mantan kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yakni Nina Agustina. Nina Agustina memutuskan keluar dari PDI-P dan bergabung dengan PSI setelah mengaku mendapat restu dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengungkap banyak kader di luar partainya yang tertarik bergabung jadi bagian PSI. Katanya dia, angkanya terus bertambah seiring pembentukan kepengurusan dari level desa hingga daerah.n erc/jk/cr4/da/rmc

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru