Demi Tingkatkan Akurasi Data, Pemkot Pasuruan Hadirkan ‘Kelurahan Cinta Statistik’

surabayapagi.com
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (tengah) saat menghadiri sosialisasi program Kelurahan Cinta Statistik di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Dalam rangka guna mendukung penyusunan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan gencarkan upaya mewujudkan data yang akurat, terpadu, dan berkelanjutan melalui program ‘Kelurahan Cinta Statistik’. Pasalnya, data yang akurat menjadi modal penting dalam mencanangkan kebijakan pemerintah yang tepat sasaran.

Sedangkan untuk literasi statistik kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar kesadaran akan pentingnya data semakin meningkat di semua lapisan. "Tanpa didukung data yang akurat, kebijakan yang dihasilkan berpotensi tidak tepat sasaran," ujar Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Selasa (21/04/2026).

Baca juga: Lewat Kerajinan Keset dari Kain Perca, Pemkot Pasuruan Komitmen Berdayakan Penyandang Disabilitas

Menurutnya, dalam kegiatan sosialisasi program tersebut bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan LPM ITS di Kota Pasuruan, menekankan pentingnya data faktual dalam setiap proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang dirumuskan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Baca juga: Pemerintah Kota Pasuruan melalui Satpol PP Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau

Lebih lanjut, pihaknya juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, BPS, serta berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendataan di Kota Pasuruan. Hal itu berdasarkan, sejak 2022 hingga 2026, tercatat sebanyak 15 kelurahan atau sekitar 44 persen dari total yang telah tergabung dalam program Kelurahan Cinta Statistik.

Dikatakannya, Pemerintah Kota Pasuruan menargetkan seluruh 34 kelurahan dapat masuk dalam program tersebut guna memperkuat basis data pembangunan daerah. Sedangkan pada 2026, lanjutnya, tiga kelurahan yang menjadi fokus pelaksanaan program yakni Kelurahan Pohjentrek, Gadingrejo, dan Mandaranrejo.

Baca juga: Pasuruan Street Art Carnival 2025, Jadi Momentum Dongkrak Ekonomi Kreatif

“Pendataan harus dilakukan secara faktual, jujur, dan bertanggung jawab agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Adi Wibowo. ps-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru