Lewat Kerajinan Keset dari Kain Perca, Pemkot Pasuruan Komitmen Berdayakan Penyandang Disabilitas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyandang disabilitas saat mengerjakan kerajinan keset kain perca. SP/ PSR
Penyandang disabilitas saat mengerjakan kerajinan keset kain perca. SP/ PSR

i

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan saat ini tengah berkomitmen dalam memberdayakan para penyandang disabilitas melalui Rumah Hebat Disabilitas (Rehat) Kota Pasuruan tidak pernah kehilangan semangat untuk terus berkarya. 

Mereka didorong untuk semangat dalam membuat keset dari kain perca yang bernilai ekonomi sehingga bisa menambah penghasilan. Setiap hari 4-5 orang bergelut dengan pembuatan keset. Mereka dengan telaten menyulam kain yang sudah berbentuk benang hingga menjadi keset.

Sedangkan untuk pembuatan keset dipusatkan di kantor Rehat yang ada di Jl. KH. Mansyur, Kota Pasuruan. Mustain (38), salah satu perajin keset, mengatakan pembuatan keset dilakukan orang disabilitas netra. Mereka bekerja sambil menunggu pasien pijat.

"Kan di sini juga menerima pijat. Jadi sambil menunggu pasien, kita membuat keset," kata Mustain, Jumat (09/01/2026).

Lebih lanjut, melalui kerajinan keset di Rehat yang baru berjalan dua bulan ini, sudah banyak para hingga harus mengantre.Pasalnya, keset buatan mereka dijamin bagus dan tebal. Dengan harga Rp 25 ribu, pembeli tidak akan kecewa memenuhi keset dari mereka.

Sedangkan menyoal harga, dengan harga Rp 25 ribu, pembeli tidak akan kecewa memenuhi keset dari mereka. "Pemesan bisanya pesan 10 sampai 50 biji. Jadi memang agak kewalahan. Cuman 4 sampai 5 orang yang membuat. Keset kain perca tersebut juga dinilai tebal, sehingga dijamin awet," terangnya. 

Perlu diketahui, Rumah Hebat Disabilitas (Rehat) Dinsos Kota Pasuruan selama ini menjadi ruang kreativitas, pemberdayaan dan peningkatan kewirausahaan penyandang disabilitas. Ada sekitar 280 disabilitas di Kota Pasuruan yang bergabung di Rehat.

Sementara, Dinsos melibatkan mereka dalam berbagai program dan upaya-upaya pemberdayaan, seperti pengadaan makanan dan minuman, seragam hingga souvenir. Selain itu, para disabilitas juga dibantu membuat panti pijat, warung dan usaha lainnya. ps-03/dsy

Berita Terbaru

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage…

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan menyerahkan…

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini menjadi tanggungan pemerintah daerah (Pemda),mulai tahun depan dan…

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Kajari Surabaya Yth, Praktisi hukum banyak yang kenal jaksa itu mengemban Dominus Litis. Ini asas hukum dari bahasa Latin yang berarti “penguasa perkara” atau …

Menteri Siapkan UMKM Ikuti Aturan Wajib Halal

Menteri Siapkan UMKM Ikuti Aturan Wajib Halal

Selasa, 15 Sep 2026 07:08 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:08 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman akan menyiapkan kebijakan khusus bagi UMKM dalam menghadapi aturan wajib h…

Sebelum Dicopot, Purbaya Bilang Ada Oknum Pajak Bermain

Sebelum Dicopot, Purbaya Bilang Ada Oknum Pajak Bermain

Selasa, 15 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa,sebelum dicopot, sempat bilang mencurigai ada oknum di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang …