SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) setempat mulai gencar melakukan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban di wilayahnya. Dalam kegiatan tersebut melibatkan Petugas Teknik Peternakan (PTP) dan petugas inseminator yang ada di setiap kecamatan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Disnakkan Kabupaten Bojonegoro, Lutfi Nurrahman mengungkap, adanya kegiatan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban sebagai upaya mengantisipasi serangan penyakit menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Baca juga: Pelatihan Asah Pisau Kurban Sesuai Syariat Digelar di Surabaya Jelang Idul Adha 2026
"Menjelang Idul Adha melaksanakan surveilans hewan kurban, supaya terdeteksi apabila terserang penyakit," ujarnya, Rabu (29/04/2026).
Baca juga: Pasca Libur Idul Adha, Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Jombang Melandai
Nantinya, para petugas melihat kondisi kesehatan hewan, mengingat cuaca yang panas bisa menyebabkan hewan ternak mengalami panas tinggi. Jika hewan tersebut kemudian dimandikan, ternak bisa stres dan menyebabkan kematian mendadak. Meskipun saat ini belum ditemukan kembali penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Bojonegoro, pihaknya tetap waspada dan menyiapkan sekitar 35 ribu dosis vaksin pada 2026.
"Sebab kondisi tubuh hewan tidak kuat terhadap panas tinggi dan peternak juga harus memastikan ternaknya tidak kekurangan air minum," jelasnya.
Baca juga: Dispangtan Kota Malang Temukan 583 Hewan Kurban Terpapar Cacing Hati
Sementara itu, terkait ketersediaan hewan kurban di Bojonegoro mencapai 60.349 ekor. Dari jumlah tersebut, sapi sebanyak 15.504 ekor, 20.211 ekor kambing dan 24.634 ekor domba. Sedangkan kebutuhan hewan kurban pada 2026 diperkirakan sekitar 3.500 ekor sapi, 8.500 ekor kambing dan 9.500 ekor domba. "Ketersediaan hewan kurban di Bojonegoro dipastikan tercukupi dan melimpah untuk Idul Adha," katanya. bj-02/dsy
Editor : Redaksi