Ekonomi Biru Jadi Fokus, Khofifah Soroti Peran SDM Maritim untuk Daya Saing Global

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) maritim unggul dan pengembangan ekonomi biru (blue economy) menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus orkestrator rantai nilai nasional.

Dalam paparannya, Khofifah menjelaskan bahwa arah pembangunan Jawa Timur dirumuskan melalui konsep “Gerbang Baru Nusantara”, yang menempatkan provinsi ini tidak hanya sebagai wilayah transit, tetapi juga pusat orkestrasi rantai nilai nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.

Baca juga: Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi se-Jawa, Khofifah Soroti Ketahanan di Tengah Krisis Global

Untuk mendukung visi tersebut, terdapat empat pengungkit utama, yakni penguatan rantai pasok industri melalui hilirisasi, stabilitas pasokan komoditas strategis, peningkatan mobilitas manusia dan tenaga kerja, serta penguatan konektivitas ekonomi antarwilayah.

“Keempat pengungkit tersebut saling terhubung dan bertumpu pada satu faktor kunci, yaitu ketersediaan SDM unggul yang adaptif dan berdaya saing global,” jelasnya.

Sebagai pusat industri pengolahan terbesar kedua di Indonesia, Jawa Timur memiliki kekuatan pada sektor agro-maritim, industri perkapalan, hingga pariwisata bahari. 

Oleh sebab itu, peningkatan kualitas SDM dinilai menjadi prioritas untuk mendorong transformasi ekonomi dari berbasis sumber daya alam menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

Dalam konteks kemaritiman, Khofifah menekankan pentingnya pergeseran paradigma menuju ekonomi biru, yakni pemanfaatan sumber daya kelautan secara produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

“Kita harus beralih pada paradigma ekonomi biru, yang tidak hanya memberikan nilai ekonomi tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, indikator ekonomi biru Jawa Timur menunjukkan tren positif, dengan nilai Indonesia Blue Economy Index (IBEI) mencapai 60,54 pada 2024 dan terus diarahkan meningkat hingga target jangka panjang 2045.

Subsektor industri kelautan dan pariwisata bahari menjadi motor utama, sehingga diperlukan kebijakan terintegrasi, dukungan inovasi teknologi, serta sinergi lintas sektor untuk mempercepat pertumbuhan.

Baca juga: Khofifah Apresiasi Lonjakan Kinerja Bank Jatim, Optimistis Jadi Katalis Ekonomi Jawa Timur

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi peran Universitas Hang Tuah dalam mencetak SDM unggul di bidang kemaritiman. Menurutnya, kebutuhan SDM maritim semakin mendesak, terutama untuk mengoperasikan teknologi kapal modern.

Ia menekankan bahwa SDM maritim tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga stabilitas psikologis yang kuat.

“Perguruan tinggi harus mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan stabilitas psikologis, terutama dalam pengoperasian teknologi maritim,” katanya.

Khofifah juga menyoroti peluang besar sektor kemaritiman dalam membuka lapangan kerja, termasuk profesi spesifik seperti underwater welding yang memiliki permintaan tinggi di tingkat global.

Momentum Dies Natalis ke-39 Universitas Hang Tuah, lanjutnya, bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang refleksi untuk memperkuat peran strategis sektor kemaritiman dalam pembangunan daerah dan nasional.

Baca juga: Sematkan Satyalancana Karya Satya, Khofifah Apresiasi Pengabdian dan Dorong Pendidikan Bermutu

“Penguatan sektor kemaritiman harus ditopang SDM unggul dan adaptif agar Jawa Timur mampu berperan dalam industri pertahanan maritim nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah, Avando Bastari, menyatakan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan kualitas SDM, khususnya di bidang kelautan.

Ia menambahkan, pihaknya juga memperkuat program pengabdian masyarakat di wilayah pesisir melalui desa binaan yang mencakup pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Jawa Timur dan Universitas Hang Tuah dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta pengembangan SDM.

Kerja sama ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru