SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti maraknya isu kasus penyebaran hantavirus, saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Pasalnya, penyebaran virus tersebut bisa lebih masif di musim panas, sebab partikel di dalam urine, air liur, dan feses hewan pengerat akan cepat menguap sehingga berpotensi masuk ke dalam saluran pernapasan manusia.
Diketahui, untuk penularan hantavirus berasal dari urine, air liur, dan feses tikus maupun hewan pengerat lainnya yang menempel pada benda di sekitar tempat tinggal masyarakat. Dan ketika virus tersebut sudah masuk ke dalam tubuh akan langsung bergerak dan berkembang untuk menyerang organ ginjal.
Baca juga: Keracunan Massal MBG, 200 Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Pusing hingga Mual
"Kita tidak perlu takut tetapi tetap mewaspadai penyebaran karena hantavirus bisa dimana-mana, sehingga perlu menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Selain itu dia juga menyerang beberapa organ-organ yang lain. Oleh karena itu, melihat dari media penyebarannya perlu kita harus menjaga kebersihan," ujar Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif di Kota Malang, Selasa (12/05/2026).
Baca juga: Ning Ita Ajak Warga Mentikan Manfaatkan Imunisasi Gratis: Bagian dari Jariah Kesehatan
Sehingga, selain di lingkungan rumah, Husnul turut mendorong masyarakat agar rutin mengecek kondisi kebersihan gorong-gorong dan selokan. Ketika kondisinya sudah kotor, masyarakat perlu cepat melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan atau kerja bakti.
Ia kembali mengingatkan proses pembersihan yang dilakukan tidak boleh sembarangan karena harus disertai penggunaan alat keamanan, salah satunya memakai sepatu boot karet, sarung tangan, dan masker. Adapun gejala seseorang yang terpapar hantavirus mirip dengan COVID-19, seperti batuk, pilek, sakit kepala, dan merasakan sakit pada badan.
Baca juga: Perketat Pengawasan Hantavirus, Dinkes: Belum Ditemukan Kasus Positif di Surabaya
Apabila sudah mulai merasakan gejala tersebut, masyarakat diminta untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan supaya segera mendapatkan penanganan. Dinkes Kota Malang memastikan hingga kini belum ada laporan dan informasi perihal penyebaran maupun penularan hantavirus di kota itu. ml-01/dsy
Editor : Redaksi