SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Sebagai upaya untuk mendorong kemandirian ekonomi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menggelar pelatihan bordir untuk puluhan perempuan di Desa Selogudig Wetan, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, sekaligus untuk meningkatkan kompetensi kaum perempuan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Pelatihan bagi 30 peserta tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan produktif. Dimana, kaum perempuan harus mandiri dan memiliki kemampuan untuk berkembang.
Baca juga: Cegah Kemarau Panjang, Pemkab Probolinggo Dukung Pengairan di Sektor Pertanian
"Kegiatan itu menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan melalui penguatan sektor UMKM lokal. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik sehingga nantinya mampu mandiri dan memiliki peluang usaha maupun pekerjaan," kata Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Saniwar, Selasa (12/05/2026).
Baca juga: Bupati Probolinggo Imbau ASN dan Pelaksana Program MBG Tak Pakai LPG 3 Kg
Terpisah, Ketua Dekranasda Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari mengungkap jika, keterampilan yang dimiliki perempuan dapat menjadi kekuatan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi keluarga maupun daerah. “Jangan pernah takut untuk belajar dan berkembang. Perempuan memiliki peran besar dalam membangun keluarga yang kuat dan sejahtera,” katanya.
Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Pengguna, DPUPR Probolinggo Percepat Tambal Sulam Jalan
Diketahui, dalam program pelatihan itu dilaksanakan selama 30 hari dengan berbagai fasilitas pendukung bagi peserta, seperti perlengkapan pelatihan hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja. Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan kerja, mandiri secara ekonomi serta mampu menjadi bagian dari penguatan UMKM dan pembangunan daerah. pr-01/dsy
Editor : Redaksi