SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program strategis swasembada gula nasional. Langkah itu sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan dan pengurangan ketergantungan impor gula.
Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin mengatakan pada tahun 2026 Kabupaten Tulungagung mendapatkan target untuk kegiatan bongkar ratoon seluas 1.055 ha dan perluasan areal tanam 176 ha. Untuk mewujudkan itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah melalui dinas pertanian, PG Mojopanggung dan petani tebu.
Baca juga: Suku Cadang Mahal, Pemkab Tulungagung Siapkan Kenaikan Tarif Sewa MPU Gratis Pelajar
"Sehingga dapat mendukung swasembada gula yang telah dicanangkan pemerintah pusat," kata Ahmad, Kamis (13/05/2026).
Baca juga: Optimistis Capai Target Swasembada Gula, Bondowoso Percepat Program Bongkar Ratoon
Untuk mendukung target itu, pemerintah melakukan berbagai langkah strategis. Ahmad menyebut Pemkab Tulungagung akan terus mendukung inovasi, memperkuat kerja sama dengan PG Mojopanggung serta pembinaan terhadap petani terkait bibit varietas unggul serta perluasan lahan.
"Agar target yang direncanakan pabrik gula dapat terlampaui," pungkasnya.
Baca juga: Tekan Pengangguran Terbuka, Pemkab Tulungagung Gelar Bursa Kerja 2026
Berdasarkan peta komoditas tanaman tebu, Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu daerah pendulang produksi gula di Jatim. Pada musim giling 2026, PG Mojopanggung menargetkan produksi 33.705 ton gula dan mencanangkan rendemen 7,21 persen dengan kapasitas giling minimal 2.864 TCD (Ton Cane per Day) dengan estimasi masa giling 161 hari. can
Editor : Redaksi