Genap Setengah Abad, DLU Tegaskan Komitmen Layanan dan Keselamatan Penumpang

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya – PT Dharma Lautan Utama (DLU) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-50 dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Vasa, Surabaya, Jumat (15/5/2026). Momentum setengah abad ini menjadi refleksi perjalanan perusahaan sekaligus penegasan komitmen dalam meningkatkan layanan dan keselamatan transportasi laut.

Direktur Utama PT DLU, Erwin H. Poedjono, menyampaikan bahwa keberlangsungan perusahaan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pelanggan, agen, mitra ekspedisi, hingga regulator pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga: Matangkan Strategi Angkutan Lebaran, DLU Siapkan 49 Armada Serta Tekankan Kelancaran Logistik

“Kami senantiasa berjalan bersama seluruh pemangku kepentingan. Dukungan mereka menjadi kekuatan utama bagi perusahaan,” ujarnya.

Erwin menjelaskan, PT Dharma Lautan Utama didirikan pada 15 Februari 1976 oleh almarhum Soekarno. Perjalanan perusahaan dimulai dari lintasan legendaris Ujung–Kamal dengan armada KMP Jokotole yang hingga kini masih beroperasi dan menjadi simbol sejarah perusahaan.

Dalam perjalanannya, DLU sempat menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi 1998. 

Namun, melalui transformasi manajemen dan inovasi, perusahaan mampu bertahan hingga berkembang menjadi salah satu perusahaan transportasi laut terkemuka di Indonesia.

Saat ini, DLU telah mengoperasikan 41 lintasan angkutan laut dan penyeberangan, serta melakukan diversifikasi usaha di berbagai sektor, seperti maritim, properti, pendidikan, kesehatan, dan perkebunan.

Pada masa angkutan Lebaran, DLU mengoperasikan sekitar 50 armada kapal untuk melayani lintasan komersial maupun penugasan. Seluruh persiapan dilakukan sejak tiga bulan sebelumnya melalui koordinasi internal, sehingga operasional berjalan lancar dengan tingkat kepuasan masyarakat yang tinggi.

Erwin menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi dengan regulator, khususnya Kementerian Perhubungan RI, serta dukungan PT Biro Klasifikasi Indonesia dalam memastikan standar keselamatan kapal.

Untuk meningkatkan keselamatan, DLU telah mengoperasikan Pusat Pengendalian Operasional Kapal (PPOK) serta menerapkan sistem manajemen keselamatan berstandar internasional.

Selain itu, perusahaan juga aktif mengampanyekan keselamatan transportasi laut kepada kru dan penumpang, serta memperkuat sistem keamanan melalui penambahan personel dan pemasangan CCTV di kapal.

Baca juga: Setengah Abad Layani Nusantara, DLU Perkuat Armada dan Lintasan

Dalam mendukung sektor pariwisata, DLU menghadirkan fasilitas kapal yang semakin modern dan nyaman, menyerupai kapal pesiar. Fasilitas tersebut meliputi tempat tidur ekonomi, ruang bermain anak, ruang menyusui, tempat ibadah, pusat kebugaran, layanan makan, hiburan, hingga layanan tambahan seperti pijat, laundry, potong rambut, dan pemeriksaan kesehatan.

Kemudahan layanan juga ditingkatkan melalui sistem pembelian tiket secara daring melalui website dan aplikasi mobile.

“Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, terutama di tengah tantangan sektor transportasi laut yang dinamis,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mendorong perusahaan pelayaran untuk meningkatkan standar pengelolaan kapal guna menjamin keselamatan penumpang.

“Saya mendorong perusahaan pelayaran untuk mencontoh PT DLU dalam mengelola kapal dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, KNKT mendapat dukungan dari DLU dalam upaya peningkatan keselamatan, termasuk penerapan sistem regulated agent yang selama ini umum digunakan di sektor penerbangan.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, PT DLU Bantu Penuhi Stok Darah PMI Surabaya

Di sisi lain, Penasihat Utama PT DLU, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti tantangan industri pelayaran di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,6 persen.

Menurutnya, kondisi usaha angkutan penyeberangan masih menghadapi kendala, terutama terkait tarif yang belum mengalami penyesuaian serta keterbatasan fasilitas dermaga.

“Tarif saat ini tertinggal sekitar 38 persen dan ini tidak bisa dibiarkan karena berkaitan dengan standar pelayanan, kenyamanan, dan keselamatan,” tegasnya.

Meski demikian, DLU terus melakukan pembenahan armada guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan, sekaligus mengantisipasi target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 8 persen.

Ke depan, DLU menargetkan penerapan prinsip zero accident serta terus berinovasi agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru