SurabayaPagi, Surabaya – Upaya penguatan sektor pariwisata di Jawa Timur terus didorong melalui pemanfaatan teknologi digital dan keterlibatan masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek) branding pariwisata yang melibatkan konten kreator.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan para pemangku kepentingan dalam mengembangkan strategi branding pariwisata di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya.
Baca juga: Reses di Rungkut Tengah, Bambang Haryo Paparkan Program MBG dan Serap Aspirasi Warga
“Kolaborasi ini penting, terutama dengan melibatkan masyarakat dalam membranding pariwisata. Jika dilakukan secara optimal, informasi pariwisata Jawa Timur dapat menjangkau pasar internasional,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Ia menyebut, potensi pergerakan wisatawan domestik di Jawa Timur mencapai sekitar 218 juta perjalanan. Angka tersebut dinilai menjadi kekuatan besar dalam menyebarluaskan promosi pariwisata melalui konten digital.
Menurutnya, konten yang dihasilkan masyarakat tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya lokal yang dapat meningkatkan daya tarik wisata.
Dengan strategi branding yang tepat, ia optimistis jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, dapat meningkat hingga dua hingga tiga kali lipat.
Bambang juga mendorong para konten kreator untuk menghasilkan konten yang variatif dan menarik agar mampu memikat minat wisatawan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk aktif membuat konten pariwisata di media sosial, sehingga dapat membantu promosi yang dilakukan pemerintah,” tambahnya.
Baca juga: DPR RI Dorong Kebangkitan Kampung Kue Rungkut, UMKM Diharapkan Naik Kelas
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Adi Pamungkas, menekankan pentingnya storytelling dalam mempromosikan destinasi wisata.
“Dalam pariwisata, yang utama adalah bagaimana cerita itu dibangun. Konten kreator harus mampu mengemas narasi yang menarik, misalnya melalui urban legend atau kisah budaya dan sejarah,” jelasnya.
Ia menambahkan, narasi yang kuat dapat membangun rasa penasaran wisatawan terhadap suatu destinasi. Hal ini dinilai efektif mengingat tren masyarakat saat ini yang banyak mencari referensi wisata melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
“Digitalisasi menjadi kunci dalam pemasaran pariwisata. Konten yang mampu mengangkat kekhasan destinasi akan lebih mudah menarik perhatian publik,” katanya.
Baca juga: DPR RI Minta Bulog Perkuat Cadangan Pangan dan Bentuk Hotline Pengaduan Masyarakat
Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Kelembagaan Parekraf Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Ali Afandi. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk promosi pariwisata.
“Saat ini hampir seluruh informasi pariwisata dapat diakses melalui media sosial. Karena itu, peran platform digital sangat penting dan terus kami optimalkan untuk mendukung kemajuan pariwisata Jawa Timur,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat, diharapkan branding pariwisata Jawa Timur semakin kuat dan mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Editor : Redaksi