Arif Fathoni: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya

Reporter : Al Qomaruddin
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni. SP/ Al Qomaruddin

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Antusiasme masyarakat Surabaya dalam melihat acara Surabaya Extravagansa yang digelar Pemkot Surabaya di Jalan Tunjungan sabtu malam menuai apresiasi dari kalangan DPRD Surabaya.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mengatakan, kehadiran masyarakat untuk menikmati even rangkaian hari jadi kota Surabaya baik festival rujak uleg maupun parade mobil hias dalam kegiatan Surabaya Extravagansa harus menjadi energi bagi Pemkot untuk terus membuat kegiatan hiburan bagi masyarakat Surabaya.

Baca juga: Lewat HJKS ke-733, Pemkot Surabaya Komitmen Perkuat Sektor ‘Medical Tourism’

“Pemerintah dan masyarakat Bersatu merayakan hari jadi kota yang telah memberikan segalanya, nuansa kebahagian terpancar ditengah beban hidup yang mungkin saja dirasakan oleh masyarakat, ” ujarnya, Minggu (17/05/2026).

Masih menurut Toni, pasca pandemi covid 19 tahun 2020 yang lalu, dan juga perintah efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, gelaran even di kota Surabaya mengalami penurunan yang cukup signifikan, padahal jika ada kegiatan music yang digelar secara gratis oleh pemerintah hal itu dapat menjadi stimulan pertumbuhan ekonomi.

“Setiap konser music pasti ada pedagang air mineral yang berjalan berkeliling dan juga pelaku UMKM yang lain pasti akan merasakan manfaatnya, jadi Pemkot Surabaya bisa melaksanakan pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, tujuan menyediakan sarana hiburan dapat, membantu UMKM bertahan hidup terpenuhi, ” paparnya.

Ditengah arus informasi yang begitu cepat dimedia sososial lanjut Toni, Sebagian masyarakat kita mungkin akan merasa jenuh atas situasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari, karena menyaring kebenaran informasi membutuhkan energi ditengah aktivitas pekerjaan sehari-hari.

Baca juga: Pasca Surabaya Vaganza 2026, DLH Catat 16 Dump Truck Angkut Sampah Pasca Parade

“Kalau orang mampu mungkin dia akan pergi ke café untuk mendengarkan live music agar lepas dari kepenatan hidup, lha kalau saudara kita yang belum mampu yang tidak bisa datang ke café, maka kepenatannya tidak tersalurkan, sehingga berpotensi menciptakan disharmonisasi dalam rumah tangga, ” jelasnya.

Mantan Ketua Komisi A ini mencontohkan, saat ini arus informasi mengenai kondisi ekonomi kita berkembang begitu cepat, baik yang disampaikan oleh orang yang memiliki kompetensi keilmuan maupun oleh orang yang tidak memiliki kapabilitas untuk menjelaskan tentang situasi ekonomi namun memiliki tujuan untuk mendeligitimasi kewibawaan pemerintah.

“Hal ini tentu menimbulkan kecemasan ditengah masyarakat, makanya rakyat butuh media untuk melepas beban hidup, dulu di warung kopi bisa bercengkrama lepas, sekarang ada pergeseran sosial di warung kopi sibuk dengan gadgetnya masing masing, sehingga mungkin masyarakat sudah mulai merasa sepi dalam keramaian, ” tegasnya.

Baca juga: Tampil Memukau dari Tahun ke Tahun, Surabaya Vaganza Masuk Daftar KEN 2026 Kemenpar

Untuk itu lanjut Toni, pihaknya berharap dalam menyongsong hari pahlawan di bulan November mendatang, Pemkot Surabaya juga menggelar kegiatan yang bisa disaksikan oleh seluruh lapisan masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

“Aada kegiatan refleksi nilai nilai kepahlawanan melalui teatrikal perobekan bendera di hotel Yamamoto, napak tilas bangunan bersejarah di kota Surabaya, doa bersama lintas iman dan yang terakhir mudah-mudahan ada gelaran even musik di balai kota, dengan menghadirkan band asli Surabaya lintas genre music.” Pungkasnya. Alq

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru