SURABAYAPAGI.com - Senator Amerika Serikat mengkritik pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kondisi buruk yang dialami para pelaut dan Marinir di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.
Senator Ruben Gallego mengatakan kondisi tersebut menunjukkan “kurangnya kepemimpinan yang sesungguhnya” dalam pemerintahan Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan program “This Week” di ABC pada hari Minggu lalu, Gallego, seorang veteran Korps Marinir, menyalahkan kepemimpinan buruk pemerintahan Trump atas kekurangan makanan dan perlengkapan kebersihan di kapal tersebut, serta krisis kesehatan mental yang meningkat di antara para awak kapal.
“Presiden telah menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak peduli dengan pasukan,” kata Gallego kepada pembawa acara Martha Raddatz. “Dia lebih menganggap mereka sebagai mainan dan sebagai cara untuk pamer atau menunjukkan kekuatannya,” cetus senator dari Partai Demokrat tersebut, dilansir Press TV, Selasa (18/8/2026).
“Lihatlah bagaimana kepemimpinan ini memperlakukan mereka, dan itu sekali lagi... kurangnya kepemimpinan yang sesungguhnya dari menteri pertahanan serta presiden,” imbuhnya.
USS Abraham Lincoln berangkat dari San Diego, California pada 21 November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan dan dialihkan ke Timur Tengah, sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu. Sembilan bulan kemudian, para pelaut itu masih berada di laut.
Sejak saat itu, kondisi yang memburuk di atas kapal induk, termasuk fasilitas yang berjamur, makanan yang dijatah, dan krisis kesehatan mental yang parah dengan beberapa upaya bunuh diri yang dilaporkan di antara awak kapal, telah disoroti oleh para anggota parlemen AS.
Dalam dua pertemuan baru-baru ini, para anggota keluarga berselisih dengan pimpinan Angkatan Laut mengenai kondisi sulit, termasuk kekurangan makanan, yang dihadapi oleh 5.000 pelaut dan Marinir di atas Lincoln. Mereka juga menuntut untuk mengetahui kapan orang-orang terkasih mereka akan kembali ke rumah, lapor MSNOW.
Dalam surat kepada Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth pada hari Rabu (12/8) lalu, Senator Richard Blumenthal dari Partai Demokrat, telah meminta Angkatan Laut untuk menjelaskan kondisi di atas kapal induk tersebut, yang “telah ditugaskan lebih dari 250 hari, memecahkan rekor hari berturut-turut di laut.”
Blumenthal menyuarakan keprihatinannya atas penugasan yang berkepanjangan tersebut. Dia menyoroti adanya “laporan luas tentang kekurangan pasokan kebutuhan dasar, kontaminasi air, masalah pipa, memburuknya kesehatan mental, masalah keselamatan dek dan masalah lain di atas Lincoln.” afp/rtr
Editor : Redaksi