Kegiatan Flushing 2 Bendungan, Warga di Blitar Bondong-bondong Cari Ikan Mabuk

surabayapagi.com
Kegiatan flushing alias pladu bendungan di Bendungan Wlingi dan Lodoyo Kabupaten Blitar. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Melihat fenomena flushing alias pladu bendungan di Blitar yang dimulai oleh Perum Jasa Tirta I di Bendungan Wlingi dan Lodoyo Kabupaten Blitar. Sejumlah masyarakat turut mendatangi kawasan bendungan untuk melihat kegiatan pladu lantaran warga juga turut antusias untuk mencari ikan mabuk.

Kepala Divisi Jasa Asa Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta I, Agung Nugroho DP mengungkap jika kegiatan flushing bertujuan untuk mengurangi sedimentasi pada suatu Bendungan. Sedimen tersebut dapat menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan air, khususnya di Bendungan Wlingi maupun di Bendungan Lodoyo.

Baca juga: Covid, Tak Surutkan Warga Tepi Bengawan Solo Berburu Ikan Mabuk

"Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang dilaksanakan di bendungan Wlingi raya dan Lodoyo. Ini merupakan program untuk kelancaran operasi waduk, dalam rangka mendukung kegiatan masyarakat. Kegiatan ini akan berlangsung sampai dengan tanggal 23 Mei. Akan diikuti dengan kegiatan irigasi dan PLTA akan beroperasi dengan normal kembali," terangnya, Selasa (19/05/2026).

Lebih lanjut, menurut Agung, pihaknya menargetkan sekitar 600 ribu meter kubik sedimen yang digelontorkan dalam flushing tersebut. Sedimen yang terkuras itu termasuk di Bendungan Wlingi dan Lodoyo.

Sehingga, menindaklanjuti warga yang berbondong-bondong untuk mencari ikan mabuk. Untuk itu, Agung mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjauhi kawasan Bendungan. "Kami tetap mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu dekat dengan pinggiran sungai, dan bendungan. Itu karena kawasan berbahaya," ungkapnya. bl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru