Hapus Dosa Kecil

surabayapagi.com

Puasa Dzulhijjah adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada 9 hari pertama bulan Dzulhijjah (tanggal 1–9) sebelum hari raya Idul Adha. Pahalanya berlipat ganda, dengan puncak keutamaan pada Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah).
            Banyak amalan yang dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjjah, yang merupakan bulan keduabelas dalam kalender hijriah ini. Salah satu yang dapat dilakukan adalah berpuasa pada sembilan hari pertamanya.
            Karena itu, kesempatan beribadah tidak hanya diberikan kepada umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci saat ini. Siapapun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk yang berbeda.
            Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam beberapa hadits. Misalnya dari Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam hadits riwayat At-Tirmidzi. Rasulullah saw berkata,” Tiada ada hari lain yang disukai Allah swt untuk beribadah seperti sepuluh hari ini” (HR At-Tirmidzi).Anjuran memperbanyak amal saleh itu termaktub dalam beberapa hadits.

            Hadits ini menunjukkan beramal apapun di sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat dianjurkan. Namun kebanyakan ulama menggunakan hadits di atas sebagai dalil anjuran puasa sembilan hari pada awal Dzulhijjah. Hal ini terlihat dalam pembuatan judul bab hadits tersebut. Ibnu Majah memberi judul bab hadis di atas dengan “shiyamul ‘asyr (puasa sepuluh hari)”.
            Dalam kajian hadits, pemberian judul bab sekaligus menunjukan pemahaman seorang rawi terhadap hadis yang diriwayatkan. Artinya, secara tidak langsung Ibnu Majah selaku perawi menjadikan hadits itu sebagai dalil kesunahan puasa. Karenanya, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan Hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amal saleh.
            Meski dalam hadits itu disebut puasa sepuluh hari, bukan berarti pada tanggal 10 Dzulhijjah juga dianjurkan puasa. Justru puasa pada tanggal itu dilarang karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.
Banyak amalan yang dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjjah, yang merupakan bulan keduabelas dalam kalender hijriah ini. Salah satu yang dapat dilakukan adalah berpuasa pada sembilan hari pertamanya.
Karena itu, kesempatan beribadah tidak hanya diberikan kepada umat Muslim yang tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci saat ini. Siapapun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk yang berbeda.
            Hal yang saya ketahui, keutamaan puasa Dzulhijjah, dilipatgandakan pahala Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Kita mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.

Juga penghapusan dosa Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah). Kita dapat menghapus dosa selama dua tahun. Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim). Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil. dna

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru