SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai upaya menciptakan alur sirkulasi yang aman dan higienis serta memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pedagang dan pembeli, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, telah berkomitmen akan membangun dan menata ulang kembali pasar hewan (Sabtoan) yang merupakan salah satu pasar hewan terbesar di wilayah Tapal Kuda.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengungkap, rencana pembangunan dan penataan ulang pasar hewan yang tak jauh dari perkotaan itu. Sehingga, sangat penting selain untuk alur sirkulasi yang aman higienis, juga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli ternak sapi dan kambing serta domba, khususnya saat momentum menjelang Idul Kurban.
Baca juga: Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Layak, Pemkot Batu Minta Warga Agar Tak Khawatir
"Kami sudah meminta denah pasar hewan (Sabtoan), dan ini perlu ditata ulang karena tiap menjelang Hari Raya Idul Adha sangat ramai pedagang dan pembeli dari wilayah Tapal Kuda, dan bahkan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujarnya, Minggu (24/05/2026).
Baca juga: Jelang Idul Adha, Disnakkan: Populasi Ternak Sapi potong di Situbondo Capai 153.462 Ekor
Ditambah jika saat momentum menjelang Idul Adha 2026 ini, Pasar Hewan Sabtoan disesaki pedagang dan pembeli dari berbagai daerah di Jawa Timur, dan bahkan Semarang (Jawa Tengah) dan Bogor (Jawa Barat). "Oleh karena itu perlu ditata ulang pasar hewan di sini ini, dan untuk kapasitas untuk ternak sapi kami optimalkan hingga 2.000 ekor, termasuk tempat domba dan kambing nanti juga ditata ulang," kata Bupati Rio.
Baca juga: Kenalin 'Sadewa', Sapi Kurban Berbobot 1,7 Ton Pilihan Presiden Prabowo di Blitar
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo Muh Abdul Rahman menambahkan, perputaran uang di Pasar Hewan Sabtoan setiap hari Sabtu mencapai Rp6 miliar hingga Rp7 miliar. "Di Situbondo ada tiga pasar hewan, selai Pasar Hewan Sabtoan, juga ada di Pasar Hewan Kemisan di Kecamatan Asembagus (wilayah timur Situbondo) dan Pasar Hewan di Kecamatan Besuki (wilayah barat)," katanya. st-01/dsy
Editor : Redaksi