Trump Tunjukkan Sikap Labil. Usai Optimistis, Lalu Kecewa, Kini Ancam

Pangkalan AS di Bahrain, Diserang Iran

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Iran dilaporkan telah melancarkan serangan ke pangkalan AS di Bahrain.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (11/6/2026), media Iran melaporkan Iran telah menyerang Armada Ke-5 AS di Bahrain. Hal itu menyusul serangan AS di wilayah dekat Selat Hormuz.

Berbeda 100�ngan kondisi Trump yang telah di publikasikan pers internasional.

Surabaya Pagi mencatat, Trump selama ini tunjuk sikap labil. Usai Optimistis, Lalu Kecewa dan pekan ini ancam Iran lagi.

"Dalam gelombang serangan pesawat tak berawak militer ini, antena komunikasi dan fasilitas radar sistem Patriot dari Armada ke-5 menjadi sasaran," demikian yang diunggah oleh kantor berita Mehr dan Fars di Telegram.

Peringatan serangan udara dikeluarkan di Bahrain dan warga diimbau untuk "tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," kata kementerian dalam negeri negara Teluk itu dilihat di akun X.

Seperti diketahui, AS sebelumnya melancarkan serangan ke Iran. Ledakan terdengar di dekat Selat Hormuz.

akan melancarkan serangan-serangan baru yang lebih keras terhadap Iran. Trump menuduh para negosiator Teheran telah "mempermainkan kita", saat perundingan damai untuk mengakhiri konflik terhambat.

Pernyataan Trump ini, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Kamis (11/6/2026), disampaikan setelah AS dan Iran kembali saling serang menyusul ditembak jatuhnya helikopter militer AS di atas Selat Hormuz, yang semakin mengancam gencatan senjata rapuh yang diberlakukan sejak awal April lalu.

Pasukan AS melancarkan gelombang serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran bagian selatan untuk merespons jatuhnya helikopter mereka. Teheran membalas dengan rentetan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk, termasuk di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras," tegas Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Rabu (10/6) waktu AS.

 

AS Kembali Serang Iran

Dilansir kantor berita AFP, media Iran melaporkan ledakan di wilayah selatan negara itu dekat Selat Hormuz setelah Washington mengakui telah melakukan serangan defensif. Ledakan terdengar di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, pulau Qeshm, kota Minab dan Sirik.

Sumber-sumber Iran melaporkan adanya serangan proyektil musuh di Qeshm dan kota-kota Kargan dan Sirik

Sebelumnya pasukan AS mengakui kembali menyerang Iran. Kata AS, serangan itu atas tanggapan terhadap serangan Iran yang tidak beralasan.

"Pasukan Amerika memulaiserangan pertahanan diri tambahan hari ini pukul 17.15 ET terhadap beberapa target di Iran," kata Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di X.

"Serangan tersebut sebagai tanggapan terhadap agresi Iran yang tidak beralasan dan berkelanjutan," imbuhnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim pejabat tinggi Iran meneleponnya setelah AS menyerang Iran. Klaim Trump, pejabat Iran itu memohon untuk menghentikan serangan.

 

Pemboman AS di Iran Berhenti

Dilansir kantor berita CNN, Kamis (11/6/2026), hal itu diungkap Fox News saat mewawancarai Trump. Kepada Fox News, Trump mengatakan pemboman AS di Iran akan segera berhenti.

Trump menyebut para pejabat tinggi Iran menelepon untuk memintanya menghentikan serangan terbaru. Namun, menurut Fox News, Trump mengatakan pemboman akan berlanjut besok malam jika kesepakatan tidak tercapai.

 

Trump Geregetan dengan Iran

Presiden AS Donald Trump sebelumnya kesal dengan Iran yang dianggap terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan damai. Trump mengatakan ada harga yang harus dibayar Iran usai bertele-tele dalam negosiasi.

Pernyataan itu disampaikan Trump dalam unggahannya di platform Truth Social miliknya. Trump mengatakan militer Iran saat ini telah dikalahkan.

"Si Pengganggu Timur Tengah telah MATI!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang akan sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya, dilansir AFP, Rabu (10/6).

Sikap terbaru dari Trump ini berbeda dengan optimismenya yang muncul pada Selasa (9/6). Di hari itu, Trump mengatakan negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran sudah masuk tahap akhir. Trump bahkan yakin negosiasi dapat diselesaikan dalam dua sampai tiga hari ke depan. n afp, alz, fx, rmc

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru