Di Era Gempuran Disrupsi Informasi, Pemkab Lumajang Komitmen Perkuat Literasi Digital

surabayapagi.com
Bupati Lumajang Indah Amperawati (tengah) dalam kegiatan IGID Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka menjaga stabilitas masyarakat di tengah era disrupsi informasi dan meningkatnya kompleksitas ekosistem media digital, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, memperkuat literasi digital. Dimana tantangan utama masyarakat tidak lagi terletak pada akses terhadap informasi, melainkan pada kemampuan untuk mengelola, menafsirkan, dan memverifikasi informasi yang beredar secara cepat dan masif.

Bupati Lumajang Indah Amperawati, mengungkap jika transformasi digital telah mengubah lanskap komunikasi publik secara fundamental. Dalam perspektif pembangunan daerah, lanjut dia, literasi digital diposisikan sebagai kompetensi strategis masyarakat modern, yang mencakup kemampuan membaca konteks informasi, menguji validitas sumber, serta memahami implikasi sosial dari setiap informasi yang dikonsumsi maupun disebarkan.

Baca juga: Jaga Distribusi BBM, Pemkab Lumajang Siapkan Langkah Strategi Perkuat Koordinasi Berbagai Pihak

"Meningkatnya disinformasi, manipulasi konten, dan arus informasi yang tidak terverifikasi, dapat berdampak langsung terhadap kepercayaan sosial, kohesi masyarakat, serta stabilitas ruang publik apabila tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai. Sehingga, literasi digital merupakan fondasi ketahanan sosial modern agar masyarakat tidak menjadi korban disinformasi yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan kepercayaan publik," jelasnya, Minggu (14/06/2026).

Baca juga: Perkuat Ekonomi Desa, 52 Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Lumajang Rampung Dibangun

Lebih lanjut, pihaknya juga turut mendorong literasi digital sebagai agenda pembangunan sosial jangka panjang yang tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga struktural, karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat dalam menjaga kualitas ruang publik digital yang sehat, produktif, dan berintegritas. Melalui penguatan literasi digital berbasis komunitas dan desa, pemerintah daerah berharap tercipta ekosistem informasi yang lebih tangguh terhadap disinformasi, sekaligus memperkuat daya tahan sosial masyarakat dalam menghadapi dinamika transformasi digital yang semakin cepat.

Baca juga: Di Tengah BBM Nonsubsidi Naik, Pemkab Lumajang Perkuat Efisiensi Belanja Operasional

Selain itu, adanya ruang digital kini telah berkembang menjadi infrastruktur strategis kedaulatan informasi daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai medium komunikasi publik, tetapi juga sebagai elemen pembentuk stabilitas informasi, arah persepsi publik, serta daya saing antarwilayah dalam ekosistem pembangunan nasional. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru