Harga Pertamax Naik

Warga Bondowoso Pilih Beralih ke Sepeda Kayuh, Tekan Biaya Operasional

surabayapagi.com
Ilustrasi. Warga di Bondowoso mulai mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan beralih ke moda transportasi tradisional. SP/ BDW

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini ada yang unik imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax turut mulai memicu perubahan pola konsumsi masyarakat. Salah satunya di Bondowoso. Warga di wilayah tersebut yang biasanya berkendara motor, kini kini mulai memilih beralih (mengurangi) menggunakan sepeda kayuh demi menyiasati biaya operasional yang kian membengkak akibat gejolak ekonomi. 

Salah satu warga yang terdampak langsung adalah Samsuri, warga Desa Grujugan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pikap di sebuah toko ritel ini, kini memilih meninggalkan sepeda motornya di rumah. Sebagai gantinya, ia rela mengayuh sepeda pancal demi bisa tetap bekerja tanpa harus terbebani biaya BBM. 

Baca juga: Dampak Rupiah Melemah, Harga Obat di Bondowoso Mulai Alami Kenaikan Bertahap

Lebih lanjut, menurut putra Samsuri, Samsudin, mengungkapkan bahwa keputusan sang ayah mengayuh sepeda merupakan respons langsung terhadap kondisi ekonomi yang semakin berat. Meski, dalam aktivitas harian sebelumnya, sang ayah kerap bergantian mengisi kendaraan dengan BBM jenis Pertamax atau Pertalite, tergantung dari panjangnya antrean di tempat pengisian. 

Baca juga: Pertamax Tembus Rp16.250, Pertamina Sebut Belum Ada Peralihan ke Pertalite

Namun, kombinasi antara ekonomi yang tidak menentu dan migrasi massal konsumen ke Pertalite yang memicu antrean mengular, membuat sang ayah memantapkan niatnya untuk bersepeda sejauh 10 kilometer pulang pergi (PP).

Baca juga: Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Apalagi, kondisi ini kian diperparah oleh kebijakan kenaikan harga BBM serta fenomena antrean panjang yang kerap terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Bapak mulai hari ini naik sepeda pancal ke toko. Ya bagaimana lagi, situasi ekonominya begini," jelas Samsudin, Selasa (16/06/2026). bd-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru