Tekan Angka Stunting, Pemkot Surabaya Gencarkan Program BWSE Jilid V

surabayapagi.com
Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani saat gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Eliminasi Masalah Stunting Jilid V di Surabaya. SP/ Pemkot Surabaya

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Melalui program Gebyar Bersama Wujudkan Surabaya Emas (BWSE) Eliminasi Masalah Stunting Jilid V, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota setempat berkomitmen dengan kembali memperkuat upaya pencegahan angkan stunting, yang menyasar 499 balita pra-stunting di kota setempat.

"Kegiatan tersebut juga diikuti peserta dari 31 kecamatan dan 63 puskesmas secara dalam jaringan maupun luar jaringan. Ini program tahun kelima kami mengadakan kolaborasi dengan dinas yang terkait. Ada DP3APPKB, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Kominfo," ujar Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani di Surabaya, Minggu (21/06/2026).

Baca juga: Gerakkan Perekonomian Daerah, Pemkot Dukung SWF 2026 Masuk Kalender Event Tahunan

Lebih lanjut, menurutnya, sasaran program ini adalah anak-anak kategori pra-stunting, yakni balita yang belum mengalami stunting namun memiliki risiko tinggi apabila tidak mendapatkan intervensi sejak dini. Melalui program tersebut, para peserta akan mendapatkan pendampingan selama dua bulan yang mencakup pemberian telur, susu, dan ayam sebagai sumber protein untuk menunjang pertumbuhan anak. 

Baca juga: Lewat Cak Klepon, Urus Akta Kelahiran dan Kematian di Pabean Cantian Cukup Lewat Handphone

Sementara bagi balita yang memiliki alergi telur, asupan akan diganti dengan sumber protein lain seperti ikan atau daging. "Jadi dalam lomba ini kami menyisir anak-anak yang pra-stunting. Pra-stunting itu untuk yang dia belum stunting, tapi kalau diteruskan dia bisa menjadi stunting. Jadi kita dampingi selama dua bulan. Mereka diberikan susu, mereka diberikan telur setiap hari, mereka diberikan ayam untuk diolah sama ibunya," ujarnya.

Baca juga: Perkuat Pengawasan Proyek Saluran, Pemkot Surabaya Prioritaskan Keselamatan Warga

Perlu diketahui, BWSE sendiri merupakan program kolaboratif yang melibatkan sejumlah perangkat daerah di lingkup Pemkot Surabaya mulai dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo). Nantinya, setiap balita peserta akan didampingi oleh Tim Pendamping Keluarga yang terdiri atas tenaga kesehatan, kader PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH). sb-05/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru