Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

surabayapagi.com
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan akademisi dan mahasiswa Nankai University, Tianjin, China.

Pada saat yang sama, Purbaya menekankan pemerintah sedang mempercepat transformasi struktural melalui hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan pedesaan, serta memperdalam pengentasan kemiskinan melalui program bantuan sosial dan lapangan kerja yang terintegrasi.

Program-program ini akan diperkuat oleh sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi, guna memastikan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga bersifat inklusif, tangguh, dan terkoordinasi dengan baik.

"Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata," tambah Purbaya.

Di hadapan Rektor Nankai University President Chen Yulu, Wakil Rektor Eksekutif Chen Jun, Wakil Rektor Sheng Bin, Profesor Xingmin Li, serta ratusan mahasiswa, Purbaya berharap dialog akademik ini mampu mempererat pertukaran gagasan serta memperkokoh hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Dalam peparannya, Purbaya menegaskan mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi prima, ditopang oleh pengelolaan fiskal yang sangat sehat, prudent, dan terjaga, dengan defisit anggaran yang konsisten berada di bawah amanat undang-undang sebesar 3%.

"Kehormatan besar bagi saya untuk berada di Nankai University. Hari ini, dengan sukacita saya membagikan perspektif Indonesia mengenai kebijakan ekonomi, manajemen fiskal, serta pembangunan nasional yang berkelanjutan. Saya berharap dialog ini memperkuat pertukaran akademik, memperdalam pemahaman bersama, dan semakin meningkatkan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok," ujar Purbaya dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Purbaya menjelaskan di tengah situasi pasar global yang mulai stabil, seiring dengan meredanya indikator volatilitas dan membaiknya sentimen risiko, perekonomian domestik Indonesia justru tampil menonjol. Hal ini dibuktikan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I-2026 yang menembus angka 5,61% secara tahunan (year-on-year). Angka ini menempatkan performa Indonesia di atas rata-rata pertumbuhan negara-negara G20 dan kawasan ASEAN. n ec, erc

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru