Sebabkan Kemacetan Komisi B DPRD Kota Kediri Gelar RDP Pembangunan Jembatan Kaliombo

Reporter : Duchan Prakasa

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pembangunan Jembatan Kaliombo 1 di Kota Kediri menuai sorotan anggota DPRD Kota Kediri. Penutupan jalan di lokasi jalur utama arah Kediri - Tulungagung itu menjadi pembahasan penting anggota Komisi B DPRD Kota Kediri karena mengakibatkan kemacetan.

Komisi B DPRD Kota Kediri menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas terkait Kota Kediri hingga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional atau BBPJN Jawa Timur-Bali, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Ribuan Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri, Arief Junaidi, mengatakan, pembangunan Jembatan Kaliombo 1 merupakan kebutuhan mendesak. Namun, ia meminta seluruh pihak memastikan dampak penutupan jembatan terhadap aktivitas masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin. 

“Pembangunan ini memang harus dilakukan dan tidak bisa dihindari. Yang terpenting sekarang bagaimana seluruh stakeholder berkoordinasi agar aktivitas masyarakat tidak terlalu terganggu dan pekerjaan bisa selesai secepat mungkin,” kata Arief.

Politisi Fraksi Gerindra itu juga memahami bahwa penutupan total jembatan menjadi pilihan yang sulit dihindari. Kondisi lokasi disebut tidak memungkinkan adanya pembangunan jalur sementara di sisi kanan maupun kiri jembatan. Karena itu, rekayasa lalu lintas menjadi kunci agar penutupan tidak memicu kemacetan panjang di titik-titik strategis.

Baca juga: Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Ditempat yang sama Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK 2.1 BBPJN Jawa Timur-Bali, Mahatma Manurung, memastikan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah percepatan. Upaya tersebut meliputi penambahan sumber daya manusia, penambahan peralatan, serta peningkatan jam kerja di lapangan.

“Saat ini target penyelesaian pekerjaan adalah 30 Oktober, namun kami berharap bisa lebih cepat,” kata Mahatma.

Ia menjelaskan, metode konstruksi yang digunakan dalam proyek tersebut adalah pengecoran langsung di lokasi. Pilihan itu diambil karena kondisi lapangan tidak memungkinkan penggunaan sistem pracetak atau precast. Sejumlah pekerjaan pendukung juga mulai dilakukan secara paralel agar pengerjaan lebih efisien.

Baca juga: Dewan Soroti Program Smart City Pemkot Kediri yang Belum Maksimal

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kota Kediri bersama Satlantas Polres Kediri Kota telah melakukan pengaturan lalu lintas sejak penutupan jembatan pada 29 Mei. Evaluasi lapangan disebut telah dilakukan dua kali, disertai penyesuaian rekayasa arus kendaraan.

Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain jalur satu arah di Jalan Kaliombo Raya dan Jalan Corekan Raya, serta pengaturan ulang fase lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur alternatif. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru