Emil Dardak Warning PLN: Jangan Sampai Pemadaman Lumpuhkan Layanan Publik

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Surabaya — Pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya Madura, menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan, koordinasi intensif terus dilakukan dengan PT PLN (Persero) guna meminimalisir dampak terhadap sektor-sektor vital.

Baca juga: Jelang Musda Demokrat, Michael Ungkap Semua DPC Dukung Emil Dardak Pimpin Jatim

Emil mengungkapkan, berdasarkan laporan koordinasi dengan PLN dan pengatur beban, terjadi kekurangan pasokan listrik pada jam-jam tertentu, terutama saat beban puncak malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan pemadaman mencapai 445 megawatt (MW) pada puncaknya.

“Memang ada kekurangan pasokan, terutama saat beban meningkat. Totalnya sempat mencapai 445 MW yang harus dipadamkan, tetapi itu kondisi dua hari lalu. Sekarang sudah mulai ada perbaikan pasokan,” ujar Emil.

Ia menjelaskan, pola konsumsi listrik menunjukkan tren peningkatan signifikan pada malam hari, setelah relatif rendah di pagi hari dan meningkat kembali di siang hari. Dampaknya, wilayah seperti Madura sempat mengalami pemadaman sejak pagi hingga menjelang siang.

Meski demikian, Pemprov Jatim menaruh perhatian utama pada dampak pemadaman terhadap layanan publik dan keselamatan masyarakat.

Beberapa sektor strategis seperti perlintasan kereta api, lampu lalu lintas, instalasi air milik PDAM, serta rumah sakit dinilai sangat rentan terdampak.

“Kami minta PLN memastikan koordinasi yang baik, terutama untuk sektor-sektor vital. Jangan sampai perlintasan kereta mati tanpa antisipasi,” tegas Emil.

Pemprov Jatim juga telah menunjuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai koordinator untuk memetakan sektor prioritas yang harus dijaga dari dampak pemadaman.

Selain itu, PLN diminta memberikan pemberitahuan minimal satu hingga dua jam sebelum pemadaman dilakukan.

Menurut Emil, mekanisme komunikasi berbasis grup WhatsApp lintas elemen di tingkat desa sebenarnya telah berjalan. Namun efektivitasnya masih perlu dipastikan, terutama dalam menjangkau instansi lintas wilayah seperti PT KAI dan dinas perhubungan.

Baca juga: Gandeng BRI dan Polytron, PLN Group Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik di Jawa Timur

Terkait dampak terhadap pelaku usaha, khususnya UMKM, Emil menyebutkan bahwa kewenangan kompensasi bukan berada di ranah pemerintah daerah.

Meski demikian, Pemprov tetap memantau dampak yang muncul dan akan berupaya mencari solusi untuk meringankan beban pelaku usaha.

“Kalau ada kesulitan dari pelaku UMKM, kami akan lihat satu per satu bagaimana bisa membantu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo memastikan bahwa kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa saat ini berangsur membaik. Perbaikan dilakukan setelah sebelumnya terjadi gangguan pada dua pembangkit listrik milik produsen listrik independen (IPP).

“Kami langsung mengerahkan tim bersama mitra untuk memperbaiki pembangkit tersebut. Salah satu pembangkit sudah berhasil dipulihkan dan sejak pukul 18.00 telah sinkron dengan sistem kelistrikan Jawa,” kata Darmawan.

Baca juga: Gelar Apel Pasukan dan Peralatan, PLN UID Jatim Perkuat Sinergi Mitra Dengan

Ia menambahkan, dengan mulai pulihnya pasokan listrik, pemadaman bergilir yang terjadi pada pekan lalu kini telah berhasil diminimalisir.

PLN juga terus melakukan pemantauan dan perbaikan secara intensif selama 24 jam untuk memastikan keandalan sistem.

Selain itu, PLN turut memperkuat tata kelola rantai pasok energi primer serta meningkatkan kapasitas pembangkitan guna mencegah gangguan serupa di masa mendatang.

“Atas ketidaknyamanan yang terjadi, kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” ujar Darmawan.

Hingga kini, proses pemulihan sistem kelistrikan terus berlangsung, dengan evaluasi harian dilakukan untuk memastikan suplai listrik kembali normal dan stabil di seluruh wilayah Jawa Timur.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru