SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu langkah strategis dalam menertibkan sejumlah bangunan liar yang dibangun di lokasi Kota Pahlawan tersebut, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan kembali mengembalikan fungsi jalan dan saluran di Jalan Tambak Mayor Gang VI C, Kelurahan Asemrowo, Kecamatan Asemrowo
Pasalnya, sebelum dilakukan pembongkaran bangunan liar, jajaran Kecamatan Asemrowo menerima aduan dari warga kalau di kawasan tersebut terdapat sejumlah bangunan liar yang dibangun di atas jalan dan saluran. Namun, pembongkaran bangunan liar tersebut memakan waktu cukup lama karena letaknya berada di gang sempit serta dilakukan dengan cara manual.
Baca juga: Hujan Deras, Pemkot Surabaya Optimalkan Percepatan Drainase Atasi Genangan Banjir
"Jadi ada aduan melalui Satpol PP dan hotline-nya Pak Wali Kota (Eri Cahyadi). Setelah itu kami tindaklanjuti, kami klarifikasi dengan pengadu terkait adanya bangunan liar yang ada di Tambak Mayor Gang VI C, kami cek memang benar bangunan itu berada di jalan dan di atas saluran. Ukurannya (gang) satu meter setengah, sehingga alat berat dari DSDABM itu tidak bisa menjangkau. Jadi prosesnya (pembongkaran) manual," jelas Camat Asemrowo Mohammad Zulchaidir, Selasa (23/06/2026).
Baca juga: Momentum Libur Sekolah, Disdik Surabaya Ajak Siswa Isi dengan Pengalaman Baru
Lebih lanjut, pihaknya mengatakan, ada sebanyak 39 bangunan dibongkar guna mengembalikan fungsi jalan dan bangunan tersebut menyusul sejak dibangunnya bangunan liar ini, lokasi tersebut kerap terjadi banjir terutama saat musim hujan tiba. Sehingga, dirinya mengimbau, seluruh warga di wilayah Kecamatan Asemrowo untuk tidak lagi mendirikan bangunan di atas saluran maupun tempat fasilitas umum (fasum) lainnya.
Baca juga: Lewat Surabaya Fashion Festival 2026, Pemkot Dorong Terwujudnya Industri Kreatif
Terpisah, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantib) Kecamatan Asemrowo, Setiawan menargetkan pembongkaran bangunan liar pada tanggal 25 Juni. "Karena kami kesulitan untuk (pembersihan) bekas bangunan liar ini, jadi kita kesulitan mengangkut material-material ini karena akses jalan terlalu kecil. Jadi kita angkut dengan menggunakan karung," jelasnya. sb-03/dsy
Editor : Redaksi