SURABAYAPAGI.com, Blitar - Warga lingkungan Nangkan Kel./ Kec.Wlingi Kab.Blitar kejutkan kepulan asap dari rumah Mbah Mukori 70, sehingga mengakibatkan rumah tersebut terbakar, kejadian pada Senin (22/6/2026) pukul 13.00 siangi, spontan warga berusaha memafamkan api yang membumbung tinggi di atap rumah tersebut, kejadian itu tidak menimbulkan korban, namun kerugian rumah Mbah Mukori capai Rp.100 juta.
Berdasarkan keterangan saksi saksi tetangga korban, kepulan asap tebal pertama kali terlihat berasal dari ruang tengah rumah. Mengetahui adanya kebakaran, warga sekitar segera berteriak meminta pertolongan dan berbondong-bondong melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Baca juga: PT KAI Daop 7 Madiun Terus Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Termasuk Pariwisata Daerah
“Api diketahui berasal dari bagian tengah rumah. Warga yang mengetahui kejadian langsung membantu memadamkan api sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi,” ujar Koriri 45.
Selanjutnya saksi dan warga menghubungi pihak Damkar Kabupaten Blitar, tak lama berselang sekitar
kitar pukul 13.20 dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi TKP dan langsung melakukan proses pemadaman.
Berkat upaya petugas PMK Kabupaten Blitar yang di Komandani Tedy Prakoso selaku Kadin Pemadam,Penyelamatan dan sarana Prasarana,bersama warga, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan, sekitar dua jam, sekaligus membasahi halaman dan sekitar rumah warga, untuk memastikan tidak ada percikan api.
Akibat kejadian tersebut, bagian ruang tengah rumah dan beberapa ruangan,serta kerangka atap mengalami hangus terbakar. Sementara dinding dinding tembik bangunan masih dalam kondisi utuh.
Kejadian tersebut menurut Tedy Prakoso, dari hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik stop kontak yang berada dari ruang tengah rumah.
Sementara Kasi Humas Polres Blitse Aiptu Muheni, menyampaikan (Senen 22/6-'26) siang, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi saksi dan pemilik rumah.
Baca juga: KAI Optimalkan Aset Perusahaan Melalui Platform 'Digital Space by KAI'
Tedy Prakoso menambahkan, api begitu cepat menjalar yang berasal dari Stop Kontak Kabel Listrik yang di hubungkan dngan alirah listrik ke pesawat TV, setelah kita padamkan bersama BPPD,TNI/POLRI dan masarakat, api bisa kita padamkan pukul.15.00, dan penuturan Mbah Mukori, barang² nya diruang tengah hangus terbakar termasuk TV.
Untuk baik pihak Damkar maupun Polisi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal, apa lagi di tunjang musim kemarau panjang.
"Kewaspadaan dan pemeriksaan rutin pada instalasi listrik sangat penting, untuk cegah terjadinya kebakaran, juga untuk ngecek pada kompor, dan aliran listrik, juga siapkan Apar di titik titik yang berpotensi kebakaran untuk kerugian korban di tafsir Rp.100 juta." Pesan Aiptu Muheni di dampingi Tedy Prasojo kemarin siang pada wartawan. les
Editor : Redaksi