SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Kondisi permukaan air (elevasi) di Bendungan Wonorejo Tulungagung mulai mengalami penurunan saat musim kemarau. Dan saat ini, permukaan air di Bendungan Wonorejo sudah mulai turun setinggi 169,74 meter. Meski demikian, Perum Jasa Tirta (PJT) I memastikan fenomena itu tidak akan mengganggu kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat.
“Kami pastikan kondisi ini tidak mengganggu kebutuhan air baku dan irigasi untuk masyarakat,” ujar Kepala Sub Divisi Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sungai Brantas 2 PJT I, Nina Meitasari, Selasa (30/06/2026).
Baca juga: Madiun Mulai Dilanda Krisis Air Bersih, Pelanggan Pilih Putus Sambungan PDAM
Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi, pihak PJI I untuk mengisi waduk dan diatur melalui rencana alokasi air tahunan saat musim hujan, agar kebutuhan air masyarakat tetap tercukupi selama kemarau hingga memastikan jika ketersediaan air untuk kebutuhan air baku dan air irigasi di Tulungagung selama musim kemarau tetap aman.
Baca juga: Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi
Bahkan Bendungan Wonorejo tetap mampu bertahan meski tidak ada aliran air yang masuk (Inflow) sampai akhir tahun 2026. “Kami tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat terutama untuk kebutuhan air baku dan irigasi untuk masyarakat Tulungagung dan sekitarnya,” ungkapnya.
Berdasarkan simulasi perhitungan, permukaam air pada Bendungan Wonorejo diperkirakan akan terus menurun hingga menyentuh angka 154 meter. Namun saat akhir tahun, biasanya kembali naik seiring mulai memasuki musim penghujan.
Baca juga: Anggaran BBM Terbatas, Pengiriman Air ke Daerah Kekeringan di Bondowoso Ikut Terkendala
Saat ini, layanan irigasi dari Bendungan Wonorejo diketahui mampu mencakup area seluas lebih dari 7 ribu hektare. Dimana coverage atau cakupan kebutuhan irigasi itu untuk wilayah Tulungagung dan sekitarnya. “Bendungan Wonorejo ini melayani kebutuhan irigasi kepada masyarakat dengan cakupan seluas 7 ribu hektare,” ujarnya. tl-01/dsy
Editor : Redaksi