SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Warga Surabaya dan seluruh di Pulau Jawa, kini merasakan udara yang jauh lebih dingin pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini dikenal dengan istilah bediding.
Joko, Warga Mojokerto, bila malam hingga berbaju rangkap. "Bediding Pak," kata pria kurus pada Surabaya Pagi, Rabu (1/7).
Juga Iwan, warga Kupang, telah merasakan bediding satu minggu ini.
Baca juga: Dukung Benahi Kinerja Camat dan Lurah, Cak Yebe: Pejabat Harus Sigap Layani Warga
Menurut BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, bediding umumnya berlangsung selama musim kemarau, yaitu Juni hingga September. Dengan demikian, masyarakat di Jawa Timur masih berpotensi merasakan udara dingin pada malam dan pagi hari selama periode tersebut.
Meski demikian, puncak bediding terjadi pada Agustus, ketika suhu udara mencapai titik terendah. Di beberapa wilayah, terutama dataran tinggi, kondisi udara dingin bahkan dapat bertahan hingga September, tergantung pada perkembangan musim kemarau.
Baca juga: Rayakan HUT Persebaya Ke-99 tahun 2026, Bonek Sidoarjo Gelar Konvoi Keliling Sidoarjo-Surabaya
Bediding merupakan fenomena alam yang terjadi hampir setiap tahun ketika musim kemarau berlangsung. Meski suhu udara terasa lebih dingin dari biasanya, BMKG menegaskan kondisi ini bukanlah cuaca ekstrem, melainkan bagian dari siklus musim kemarau yang normal.
Berdasarkan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, bediding adalah kondisi ketika suhu udara terasa lebih dingin dibandingkan kondisi normal yang terjadi pada musim kemarau di wilayah Indonesia bagian selatan.
Baca juga: BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Tertinggi di Surabaya Terjadi Sampai 18 Juni
Istilah bediding berasal dari bahasa Jawa yang berarti udara terasa dingin atau menusuk. Dalam kajian klimatologi, istilah ini digunakan masyarakat untuk menggambarkan penurunan suhu udara yang cukup signifikan, terutama pada malam hingga menjelang pagi saat musim kemarau.
Suhu terdingin di Jawa Timur dalam 30 tahun terakhir mencapai 11,4 derajat Celsius, yang terjadi pada Agustus 1994. Data tersebut menunjukkan penurunan suhu saat kemarau memang merupakan fenomena yang telah lama terjadi dan berulang setiap tahun di wilayah tertentu. n erc,rin
Editor : Redaksi