SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekitar 200 penghuni di Liponsos Keputih, Kota Surabaya, meramaikan berbagai perlombaan sebagai bagian dari terapi sosial bagi para penghuni, sekaligus mendorong rasa percaya diri, kebersamaan, dan semangat kebangsaan.
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya menjadikan Liponsos Keputih pun menjadi ruang bagi para penghuni untuk berekspresi, berinteraksi, sekaligus merasakan kemeriahan peringatan kemerdekaan bersama-sama. Kegiatan tersebut dirancang agar para penghuni dapat berinteraksi dan membangun hubungan dengan penghuni dari barak lain.
“Lomba ini menjadi salah satu terapi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan. Mereka bisa saling mengenal antar penghuni, sekaligus meningkatkan rasa kebangsaan,” jelas Kepala Dinsos Kota Surabaya Antiek Sugiharti, Kamis (13/08/2026).
Tiga perlombaan digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut, yakni mengambil bola dengan kerucut, fashion show, dan karaoke. Para penghuni juga mendapat kesempatan menunjukkan kreativitas melalui kostum yang mereka kenakan. Sehingga, suasana perayaan tahun ini terasa lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Antusiasme penghuni juga terlihat dari kreativitas yang ditampilkan serta keinginan mereka untuk berkumpul bersama teman-teman dari barak lain.
Para penghuni yang mengikuti kegiatan berasal dari berbagai latar belakang. Di antaranya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), orang terlantar yang tidak memiliki keluarga, serta warga yang ditemukan dalam razia, seperti pengemis dan gelandangan. “Untuk menambah semarak kegiatan, Dinsos Surabaya juga menyiapkan hadiah berupa aneka makanan dan makanan ringan bagi para pemenang,” ungkapnya.
Salah satu pendamping Liponsos Keputih, Ningsih Mei Fitriani Ismail, mengatakan kegiatan Lomba Agustusan menjadi agenda tahunan yang melibatkan para penghuni dari berbagai kategori. Menurut Ningsih, proses pendampingan relatif mudah karena para penghuni telah terbiasa berinteraksi dengan petugas dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat mereka lebih mudah diarahkan untuk mengikuti kegiatan bersama. sb-05/dsy
Editor : Redaksi