Turnamen Basket Internasional CLS 2026 Tuntas, Indonesia Mampu Bersaing di Level ASEAN

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya – Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) resmi menutup turnamen basket internasional Salonpas Let’s Move-CLS International Cup 2026 di GOR CLS Kertajaya dan GOR CLS Dharmahusada Utama, Surabaya, Sabtu (4/7/2026) malam.

Ajang yang berlangsung sejak 21 Juni tersebut menjadi bagian dari peringatan 80 tahun CLS dalam membina atlet basket usia muda.

Turnamen ini diikuti 14 tim yang terdiri atas delapan tim putra dan enam tim putri dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Para peserta bersaing di sejumlah kelompok usia, yakni KU-12, KU-14, KU-16 putra-putri, serta KU-25 putra. Secara keseluruhan, dalam dua periode penyelenggaraan, jumlah peserta mencapai sekitar 60 tim.

Ketua Yayasan CLS, Ming Soedarmono, mengapresiasi jalannya kompetisi yang dinilai berlangsung ketat dan kompetitif. Ia juga menyoroti hasil yang cukup mengejutkan pada partai puncak.

“Pertandingannya berjalan seru dan kompetitif. Tim-tim saling mengalahkan di setiap laga,” ujar Ming di sela penutupan.

Ia mengaku tidak menyangka tim BBM CLS mampu melaju hingga final, mengingat sebelumnya tim lain seperti Dewa United lebih diunggulkan.

Ke depan, CLS menegaskan komitmennya dalam pembinaan atlet usia dini, khususnya pada rentang usia 10 hingga 18 tahun.

Selain itu, penyelenggara juga berencana memperluas partisipasi dengan mengundang tim dari negara ASEAN lain seperti Filipina dan Vietnam guna meningkatkan kualitas persaingan.

Sementara itu, Ketua Perbasi Kota Surabaya, Sri Bramantyo Sudono, menyoroti padatnya jadwal kompetisi yang diikuti atlet muda. Ia mengingatkan pentingnya pengaturan waktu bertanding dan istirahat agar tidak berdampak pada kondisi fisik pemain.

Dari sisi kualitas, Bramantyo menilai kemampuan tim Indonesia kini mampu bersaing dengan tim dari Malaysia dan Singapura.

Ia menyebut turnamen ini menjadi sarana pemantauan dan seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada November serta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun depan.

“Kami sudah mulai menyeleksi pelatih dan mengonsolidasikan pemain. Nantinya tim akan diperkecil dan diuji melalui berbagai kejuaraan lokal seperti Kejurkot,” ujarnya.

Perbasi Surabaya pun menargetkan hasil maksimal pada Porprov mendatang dengan membidik empat medali emas.

Antusiasme juga ditunjukkan peserta dari luar negeri. Pemain KH Lim asal Malaysia, Yap Yu Tong, yang tampil di kategori KU-16 putri, mengaku bangga dapat bertanding melawan tim-tim Indonesia.

“Saya senang bisa bermain di sini dan mendapatkan banyak pelajaran. Permainan mereka sangat kuat,” ujarnya.

Pemain berusia 16 tahun itu berhasil meraih gelar Most Valuable Player (MVP) pada kategorinya. Meski sempat terkendala adaptasi dengan cuaca panas Surabaya, ia tetap mampu tampil maksimal berkat dukungan timnya.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian internasional pertamanya sekaligus menambah pengalaman berharga dalam kariernya di dunia basket.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru