Cegah Gagal Panen Ikan saat Kemarau, Pemkab Malang Optimalkan Teknologi Aerator

surabayapagi.com
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai salah satu langkah menjaga produksi budidaya ikan air tawar selama berlangsungnya musim kemarau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, mulai mengoptimalkan teknologi aerator, agar kadar oksigen yang terjaga akan mencegah terjadinya kejadian gagal panen akibat kematian massal pada ikan air tawar.

"Untuk mengantisipasi dampak dari kemarau terhadap penurunan produktivitas perikanan, penggunaan aerator kami optimalkan agar pasokan kadar oksigen ke kolam budidaya tetap terjaga," kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring, Senin (06/07/2026).

Baca juga: Sumur SPAM di Jombang Dipantau Ketat, Antisipasi Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Selain itu, dinas terkait juga menyiapkan langkah lain untuk mencegah penurunan produktivitas perikanan budidaya, yakni dengan mengintensifkan pendampingan penerapan cara budidaya ikan yang baik (CBIB). "Kami memanfaatkan informasi soal iklim sebagai dasar pengambilan keputusan pada usaha sektor perikanan budidaya dan melakukan koordinasi lintas sektor guna mendapatkan dukungan pengelolaan sumber daya air yang diperlukan," ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Gagal Panen, DKPP Kota Madiun Tingkatkan Mitigasi Dampak Fenomena El Nino

Penerapan CBIB tersebut diantaranya seperti pemantauan terhadap kualitas air, dan penggunaan bibit unggul dengan tingkat kelangsungan hidup tinggi. Kemudian, penggunaan bioflok, recirculating aquaculture system (RAS), dan penguatan kapasitas kepada pembudidaya melalui bimbingan teknis budidaya.

Lebih lanjut, Victor menyampaikan produksi budidaya ikan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di Kabupaten Malang, tetapi dipasarkan ke berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Batu, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Blitar, Kediri, dan Kota Malang.

Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan

"Pemasaran ke luar Kabupaten Malang sekitar 20 persen sampai 30 persen dari total produksi budidaya," tuturnya. ml-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru