Tetapkan Siaga Darurat Kemarau, BPBD Petakan 13 Desa di Malang Rawan Kekeringan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Kekeringan yang melanda persawahan warga. SP/ MLG
Ilustrasi. Kekeringan yang melanda persawahan warga. SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai menetapkan siaga darurat dan telah memetakan sebanyak 13 desa masuk dalam kategori rawan terdampak kekeringan. Status tersebut berlaku hingga September 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, di antara 13 desa tersebut tersebar di 6 kecamatan, yakni Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur dan Donomulyo. Dan saat ini BPBD telah menetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 15 Juni 2026. 

“Kami tetapkan status siaga darurat kekeringan sejak 15 Juli sampai dengan September 2026 mendatang,” kata Sadono, Rabu (22/07/2026).

Sadono menjelaskan, dari 13 desa yang dipetakan rawan kekeringan, delapan di antaranya memiliki tingkat kerawanan tinggi. Wilayah dengan potensi terdampak terbesar berada di Kecamatan Donomulyo, meliputi Desa Sumberoto, Mentaraman, dan Tulungrejo. Selain itu, dua desa di Kecamatan Kalipare, yakni Desa Putukrejo dan Sukowilangun, juga masuk dalam kategori rawan tinggi. Di kedua desa tersebut terdapat sekitar 596 kepala keluarga yang berpotensi terdampak.

“Di Kecamatan Donomulyo sendiri ada sekitar 638 kepala keluarga dari 5 dusun, sedangkan di Kecamatan Bantur ada sebanyak 675 kepala keluarga yang terdampak,” bebernya. Hingga pertengahan Juli 2026, BPBD Kabupaten Malang baru menerima satu laporan mengenai penurunan debit air, yakni dari Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

“Kami hanya menerima laporan bahwa debit air warga menurun kurang lebih tinggal 30 persen dari kondisi normal,” tambahnya.

Meski demikian, Sadono memastikan penurunan debit air tersebut belum tergolong signifikan. Kondisi kekeringan di wilayah itu masih dinilai aman dan belum memerlukan penyaluran bantuan air bersih. “Belum kekeringan krisis, sehingga kami belum lakukan dropping air bersih ke wilayah tersebut,” pungkas Sadono. ml-02/dsy

Berita Terbaru

Dari Sampah Menjadi Makanan Bergizi, Inovasi Posyandu Uteran Dapat Apresiasi Bupati 

Dari Sampah Menjadi Makanan Bergizi, Inovasi Posyandu Uteran Dapat Apresiasi Bupati 

Selasa, 11 Agu 2026 18:44 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 18:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Bupati Madiun Hari Wuryanto mengapresiasi inovasi Posyandu Kartini Desa Uteran, Kecamatan Geger, yang mengajak masyarakat m…

Rayakan HUT RI, Pemprov Jatim Gandeng BI Hadirkan Tarif Trans Jatim Mulai Rp81

Rayakan HUT RI, Pemprov Jatim Gandeng BI Hadirkan Tarif Trans Jatim Mulai Rp81

Selasa, 11 Agu 2026 18:34 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 18:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Masyarakat Jawa Timur mendapat kesempatan menikmati tarif khusus layanan Trans Jatim selama sepekan dalam rangka memperingati Hari U…

Kadin Jatim Buka Akses Kerja Disabilitas Lewat Pelatihan Pelayanan Prima

Kadin Jatim Buka Akses Kerja Disabilitas Lewat Pelatihan Pelayanan Prima

Selasa, 11 Agu 2026 18:28 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Pelatihan keterampilan menjadi salah satu pintu untuk membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Upaya…

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…