Koperasi Harus Tinggalkan Stigma Kuno, Bupati Madiun Dorong Adaptasi Digital

surabayapagi.com
Upacara peringatan hari koperasi ke 79 di Pendopo Ronggo Djoemeno Madiun.

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto mengajak gerakan koperasi di Kabupaten Madiun untuk meninggalkan stigma sebagai organisasi yang kuno dan lambat. Menurutnya, koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap menjadi sokoguru perekonomian nasional.

‎Pesan itu disampaikan Hari Wuryanto usai memimpin upacara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 Tahun 2026 di halaman Pendopo Ronggo Kabupaten Madiun, Senin (13/7/2026).

Baca juga: Pemkab Madiun Percepat Sertifikasi 400 Aset Daerah yang Belum Berlegalitas Kepemilikan

‎Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Koperasi bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.

‎"Koperasi sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah salah satu sokoguru perekonomian. Karena itu koperasi harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya," ujar Hari.

‎Ia menilai gerakan koperasi tidak boleh tertinggal dalam menghadapi era digital. Modernisasi justru harus menjadi bagian dari transformasi koperasi agar semakin diminati masyarakat, khususnya generasi muda.

‎"Teman-teman gerakan koperasi tidak boleh tabu dengan modernisasi dan era digitalisasi. Harus tetap kita ikuti. Koperasi juga tidak kuno, tetapi koperasi modern," tegasnya.

‎Hari berharap seluruh pengurus dan pelaku koperasi mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk meningkatkan pelayanan dan daya saing usaha.

Baca juga: Didukung Lima Sektor, Pemkab Catat Ekonomi Madiun 2025 Capai 5,33 Persen

‎"Kami berharap teman-teman gerakan koperasi bisa beradaptasi dengan teknologi. Ditambah dengan teknologi dan semangat gotong royong, koperasi akan benar-benar menjadi sokoguru perekonomian bangsa," katanya.

‎Selain itu, Hari juga memaparkan perkembangan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Madiun. Menurutnya, seluruh desa telah memiliki kelembagaan koperasi tersebut.

‎"Alhamdulillah untuk KDMP semua desa sudah ada. Saat ini yang sudah bisa berjalan ada 41 koperasi karena digabungkan dengan beberapa koperasi yang sudah ada," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Madiun Pasar Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi dan Sumber PAD ‎

‎Sementara itu, pengembangan gerai koperasi juga terus berjalan sebagai bagian dari upaya mendekatkan layanan ekonomi kepada masyarakat.

‎"Insyaallah kita masih berproses. Mudah-mudahan sesuai harapan kita bersama, KDMP bisa hadir mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya terkait bidang ekonomi," pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru