Pemkab Madiun Percepat Sertifikasi 400 Aset Daerah yang Belum Berlegalitas Kepemilikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu bangunan dan tanah aset milik Pemerintah Kabupaten Madiun. SP/ MDN
Ilustrasi. Salah satu bangunan dan tanah aset milik Pemerintah Kabupaten Madiun. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya pengamanan aset, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, terus mempercepat sertifikasi sekitar 400 aset daerah yang belum memiliki legalitas kepemilikan. Sedangkan terkait proses sertifikasi dipengaruhi rumitnya riwayat kepemilikan tanah dan bangunan. Karena itu, pemerintah daerah memilih berhati-hati agar tidak memunculkan persoalan hukum di kemudian hari.

"Sesuai data, dari sekitar 8.000 aset yang dimiliki Pemkab Madiun, hingga kini masih terdapat 400 aset yang belum memiliki sertifikat. Kami berharap ini bisa segera tuntas karena menelusuri riwayat aset butuh kepastian hukum yang jelas. Kita tidak mau setelah bersertifikat malah timbul masalah," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto, Minggu (02/08/2026).

Meski demikian, terdapat sejumlah kendala yang kerap dihadapi antara lain penelusuran asal-usul tanah dan keberadaan ahli waris yang harus dipastikan terlebih dahulu. Sehingga untuk mempercepat penyelesaian, Pemkab Madiun melibatkan pemerintah desa dalam penelusuran riwayat tanah.

Selain itu, pemerintah desa diminta memfasilitasi musyawarah desa, menelusuri data kepemilikan melalui Letter C, serta melakukan sinkronisasi data bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sehingga, diharapkan percepatan sertifikasi aset akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan aset milik pemerintah daerah.

"Percepatannya disesuaikan dengan kondisi di desa, termasuk mencermati riwayat asal-usul tanah melalui Letter C dan berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional. Jika seluruh data sudah sesuai, proses sertifikasi dapat dilanjutkan," katanya. md-02/dsy

Berita Terbaru

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Tidak hanya menawarkan suasana pedesaan dan panorama pegunungan, kawasan Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga…

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan ma…

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,…

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui penangkaran di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dinas Pertanian (Diperta)…

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena pasokan cabai rawit yang seret dan kualitas cabai yang banyak rusak, membuat sejumlah pedagang di Kabupaten…