SURABAYAPAGI.com - Mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, bersikap rasis ke Timnas Prancis. Penggawa La Furia Roja langsung membela Les Bleus. Rajoy bikin tulisan rasis dalam kolomnya di media El Debate. Ia menyebut Prancis tak punya pemain asal Prancis asli, merujuk semua penggawanya keturunan imigran. Dalam sebuah artikel yang merujuk pada lawan mereka, Rajoy menekankan bahwa "Prancis adalah tim berkualitas sangat tinggi, tetapi memang benar bahwa tidak ada orang Prancis di tim Prancis."
Pada kenyataannya, komentar Rajoy bertentangan dengan statistik, karena 23 dari 26 pemain yang dipanggil oleh pelatih Didier Deschamps lahir di Prancis (kecuali Michael Olise, Marcus Thuram, dan Brice Samba). Namun memang benar bahwa banyak pemain Les Bleus memiliki darah asing. Misalnya, Mbappe memiliki darah Kamerun, Desire Doue berasal dari Pantai Gading, Ryan Cherky berasal dari Aljazair.
Baca juga: Penampilan Argentina Belum Meyakinkan
Mendagri Prancis Kecam Menteri Dalam Negeri Prancis
Laurent Nunez mengecam keras komentar mantan Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy tentang tim nasional Prancis, menyebutnya "sama sekali tidak dapat diterima". Dalam sebuah wawancara di BMF TV, Menteri Dalam Negeri Prancis, Bapak Nunez, menyatakan kemarahannya: "Jika apa yang dia katakan itu akurat, maka itu sama sekali tidak dapat diterima. Itu sama sekali tidak mencerminkan sifat asli Prancis."
Nunez bahkan menyarankan bahwa kata-kata tersebut membenarkan serangan rasis terhadap para pemain, terutama kapten Kylian Mbappe. Ia menegaskan: "Saya percaya kita masih memiliki jalan panjang sebelum kita semua dapat hidup bersama secara harmonis. Prancis adalah tempat di mana setiap orang memiliki tempatnya, terlepas dari asal, kepercayaan, atau agama, selama mereka menghormati aturan umum."
Olivier Faure, anggota Partai Sosialis Prancis (PS), juga dengan tegas membantah pernyataan Rajoy. Di media sosial, Faure menyatakan: "Tim nasional Prancis hanya terdiri dari orang Prancis. Ini bukan bangsa yang didasarkan pada etnis. Bangsa ini tidak melakukan diskriminasi berdasarkan warna kulit atau agama."
Keberagaman Jadi ‘Kekayaan’ Prancis
Baca juga: Spanyol vs Prancis, Rival Seimbang
Tulisan itu langsung direspons pemain Spanyol. Bek Pau Cubarsi pasang badan, seraya menyerukan pentingnya bertoleransi. "Jika mereka bermain untuk tim nasional Prancis, pada akhirnya mereka adalah orang Prancis, terlepas dari warna kulit mereka, karena pada akhirnya kita harus bersikap toleran terhadap semua orang," kata Cubarsi kepada radio Catalan RAC1, melansir ESPN.
Tak cuma Cubarsi, striker Borja Iglesias juga menyayangkan komentar Rajoy. Ia menyebut keberagaman justru jadi ‘kekayaan’ Prancis. "Ini mengejutkan saya sebab kita masih berada di sana (bersikap rasis). Kekayaan kita adalah keberagaman asal-usul kita," katanya, melansir Onze Mondial. Prancis tak punya pemain asal Prancis asli. Pernyataan bahwa Prancis tidak memiliki pemain asal Prancis asli adalah klaim yang keliru dan bernada rasis. Faktanya, sebagian besar pemain timnas Prancis lahir di Prancis dan memegang paspor Prancis. Keberagaman tersebut menjadi kekuatan mereka, di mana para pemain keturunan imigran sukses mewakili dan membela negara mereka di kancah internasional.
Kontroversi Terkait Imigran di Timnas Prancis
Baca juga: INGGRIS GALAU KONDISI DECLAN RICE
Pernyataan kontroversial ini pernah dilontarkan oleh mantan Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, saat Spanyol dan Prancis bersiap bertanding di babak semifinal Piala Dunia 2026. Rajoy menyebut timnas Prancis bukanlah orang Prancis asli karena merujuk pada latar belakang imigran para pemainnya.
Komentar tersebut memicu kecaman luas. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara terbuka mengecam pernyataan Rajoy sebagai bentuk xenofobia dan tidak dapat diterima. Selain itu, para pemain timnas Spanyol seperti Pau Cubarsi juga pasang badan, menyatakan bahwa seseorang adalah warga negara Prancis apabila mereka bermain untuk tim nasional tersebut, tanpa memandang warna kulit atau asal-usul keturunan.
"Prancis juga begitu kaya di banyak bidang berkat keragaman asal-usul penduduknya. Pemain nasional kita juga mencerminkan multikulturalitas yang sama. Saya pikir kekayaan sejati negara kita justru terletak pada keragaman ini," katanya. ap/rtr/espn/dna/usp
Editor : Redaksi