2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

surabayapagi.com
Kobaran api masih membumbung tinggi melahap 2 hektar lahan produktif di hutan jati Sampung Ponorogo. 

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo. Kebakaran yang melalap lahan seluas kurang lebih 2 hektar tersebut diduga akibat ulah orang tidak bertanggung jawab (OTB).

Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui muncul pada sore hari dan sempat berhasil dipadamkan, sebelum akhirnya kembali membara pada malam harinya.

Baca juga: Tekan Metan Pemicu Kebakaran TPA, DLH Kota Malang Manfaatkan Bakteri Limbah Susu

KRPH Sampung, BKPH Sampung, Andi Kuswoyo menjelaskan, titik api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 15.00 WIB di area tanaman jati. Petugas gabungan dari Perhutani pun langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

"Sekitar pukul 17.30 WIB api sudah mengecil atau mulai padam. Menjelang Magrib api benar-benar padam, sehingga personel sempat meninggalkan lokasi," ujar Andi, Selasa (21/7).

Baca juga: Pusat Pengolahan Sampah Terbesar TPA Benowo Surabaya Ludes Terbakar, Diduga Karena Hal Ini

Namun, usai salat Magrib, petugas kembali menerima laporan bahwa titik api kembali muncul dan berkobar di lokasi yang sama. Menerima informasi tersebut, tim gabungan dari Perhutani BKPH Sampung, Polsek Sampung, dan Koramil Sampung langsung diterjunkan kembali ke lokasi untuk melakukan pemadaman susulan.

Lahan yang terdampak dalam insiden ini diperkirakan mencapai 2 hektar dengan vegetasi utama berupa pohon jati. Terkait penyebab pasti kebakaran, pihak Perhutani menduga adanya unsur kesengajaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Was-was, Kebakaran Lahan di Magetan Meningkat Tajam saat Musim Kemarau

"Dugaan sementara itu adalah dari ulah manusia yang tidak bertanggung jawab," tegas Andi.

Hingga saat ini, petugas gabungan masih terus bersiaga dan melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam dan tidak meluas ke area petak lainnya.roh

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru