SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ratusan titik penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Pantura, khususnya Kecamatan Paciran dan Brondong diketahui sudah tidak bisa menerangi jalan raya, dan tidak sedikit jalan yang gelap membuat angka kecelakaan dan kriminalitas cukup tinggi.
Karena itulah, mahasiswa Universitas Sunan Drajat (UNSUDA) dan Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Drajat Lamongan tergerak, dan mendesak kepada pemerintah daerah untuk mengambil langkah kongkrit dalam mengatasi kegelapan di wilayah Pantura.
Baca juga: Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026
Desakan itu ditunjukan dengan mendatangi Pemkab Lamongan dan audensi yang diterima oleh Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara yang dilakukan pada Selasa (21/7/2026) lalu.
Dalam audensi itu ketua PK PMII Sunan Drajat M. Rizky PRS menyampaikan, kalau pihaknya sebelum melakukan audensi dengan Wabup, telah melakukan kajian lapangan dan pemetaan spasial.
Sedikitnya lanjut Rizky ada sekitar 103 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati total, serta jalanan buta cahaya melintasi jalur vital ekonomi (termasuk jalur Takeran) sepanjang puluhan kilometer yang dibiarkan bertahun-tahun.
Kondisi ini dinilai menjadi pemicu utama tingginya angka kriminalitas, kejahatan seksual (begal payudara), dan ancaman keselamatan bagi armada logistik.
"Kajian itu sudah kami dokumen kan Policy Brief beserta lampiran bukti koordinat geografis (GPS Map Camera) tersebut kini telah resmi berada di meja pimpinan daerah," ujarnya.
Baca juga: TMMD di Lamongan Fokus Pada Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Desa
Dokumen yang sudah ia serahkan itu, akan terus dikawal sampai sejauh mana Pemkab Lamongan melakukan aksi nyata dengan kembali memfungsikan PJU sebagai penerangan jalan. "Kami tidak akan diam. PMII akan terus mengawal ketat realisasi lampu jalan ini sampai benar-benar menyala, terkhusus di wilayah pesisir Pantura Lamongan. Ini bukan sekadar urusan tiang dan lampu, ini urusan nyawa dan hak atas ruang aman," tegasnya.
Karena menurutnya, kegelapan Pantura adalah bentuk ancaman nyata terhadap kelompok rentan dan masyarakat kelas pekerja. Keselamatan perempuan dari ancaman begal payudara dan predator jalanan di tempat gelap tidak bisa ditunda. "Kami juga berdiri untuk masyarakat Pantura, terkhusus akar rumput yang bekerja keras di pasar, nelayan di laut, dan para sopir armada logistik. Mereka harus bisa melihat jalan dengan jelas dan mencari nafkah tanpa dihantui ketakutan. Kami tagih proses yang disegerakan oleh Pemkab tersebut," bebernya.
Sementara itu, Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara mengapresiasi kajian tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam posisi siap siaga untuk menuntaskan krisis ini.
Baca juga: Rokok Ilegal di Lamongan Terus Diburu, Petugas Berhasil Sita 3.040 Batang
Dirham memaparkan bahwa saat ini Pemkab memiliki proyeksi besar untuk pemasangan 10.000 titik lampu jalan baru di Lamongan. Terkait progres pengadaannya, Wabup menjelaskan bahwa prosesnya bervariasi; sebagian masih dalam tahap pencarian vendor untuk memastikan efisiensi anggaran, sementara sebagian lainnya sudah berada pada tahapan yang lebih dari sekadar fix (final) dan siap eksekusi.
Di hadapan mahasiswa, Wakil bupati Lamongan berkomitmen untuk terus menyegerakan seluruh proses tersebut.
Menyikapi komitmen birokrasi ini.jir
Editor : Redaksi