SURABAYA PAGI, Kota Batu – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam aspek evaluasi pembelajaran. Guru tidak lagi hanya dituntut untuk mampu mengajar secara daring, tetapi juga harus memiliki kompetensi dalam merancang instrumen evaluasi yang valid, reliabel, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran digital.
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk "Pelatihan Evaluasi Pembelajaran Online bagi Guru SMK/SMA Kota Batu." Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Batu sebagai mitra untuk mendukung peningkatan kompetensi profesional guru dalam menghadapi transformasi pendidikan digital.
Baca juga: Program Studi Teknologi Pendidikan UNESA Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat
Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Prof. Dr. Rusijono, M.Pd. dan Dr. Irena Y. Maureen, M.Pd. Ketiganya memiliki kompetensi di bidang Teknologi Pendidikan, Evaluasi Pendidikan, dan Desain Sistem Pembelajaran yang menjadi fondasi dalam pelaksanaan pelatihan ini.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru untuk meningkatkan pemahaman mengenai konsep dasar evaluasi pembelajaran online, berbagai jenis evaluasi, serta kemampuan dalam mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Seiring semakin luasnya pemanfaatan pembelajaran digital, guru dituntut untuk mampu menyusun evaluasi yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga mampu mengukur capaian belajar peserta didik secara akurat.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar evaluasi pembelajaran online, jenis-jenis evaluasi, karakteristik instrumen evaluasi yang baik, prosedur pengembangan instrumen, hingga teknik penyusunan soal yang memenuhi prinsip validitas dan reliabilitas. Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, mengerjakan praktik penyusunan instrumen evaluasi, serta memperoleh pendampingan untuk menyempurnakan hasil pekerjaannya.
Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, penugasan, dan pendampingan. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi guru untuk mengaplikasikan materi secara langsung sehingga kompetensi yang diperoleh tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat diterapkan dalam praktik pembelajaran di sekolah masing-masing.
Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri guru dalam memanfaatkan teknologi untuk melaksanakan evaluasi pembelajaran yang lebih efektif. Dengan kemampuan menyusun instrumen evaluasi yang berkualitas, guru diharapkan mampu memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai capaian belajar peserta didik sekaligus menjadikannya dasar untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
Baca juga: Teknologi Pendidikan UNESA Kembangkan Perpustakaan Digital di Sekolah Surabaya dan Sidoarjo
Ketua tim PKM, Dr. Khusnul Khotimah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting dalam pembangunan pendidikan.
"Transformasi digital tidak hanya mengubah cara kita mengajar, tetapi juga cara kita mengevaluasi hasil belajar. Guru perlu memiliki kompetensi dalam merancang evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran digital agar asesmen benar-benar mampu mengukur kompetensi peserta didik secara tepat," ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap pelatihan ini dapat menjadi awal kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca juga: Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNESA Medigitalisasi Perpustakaan SDN Romokalisari 2 Surabaya
"Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing, sehingga kualitas pembelajaran dan asesmen semakin meningkat. Pada akhirnya, yang merasakan manfaat terbesar adalah para peserta didik," tambahnya.
Melalui kolaborasi antara UNESA dan Dinas Pendidikan Kota Batu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Sinergi antara akademisi dan praktisi pendidikan diharapkan terus berlanjut untuk menjawab tantangan pembelajaran di era digital.
Seiring berkembangnya teknologi pendidikan, kompetensi guru dalam merancang evaluasi pembelajaran berbasis digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar guru semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif, efektif, serta bermakna bagi peserta didik.bt
Editor : Redaksi