SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga lanjut usia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi meluncurkan program Layanan Terintegrasi Bagi Lansia (Lentera Lansia) mulai dari layanan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga pemberdayaan agar lansia tetap sehat, aktif, dan produktif.
Diketahui, program Lentera Lansia dilatarbelakangi berbagai persoalan yang kerap dihadapi warga lanjut usia, mulai dari masalah kesehatan, ekonomi, hingga kondisi psikologis akibat kehilangan pasangan atau hidup terpisah dari anak-anak yang telah berkeluarga.
Baca juga: Lewat ‘Baperun’, Pemkab Banyuwangi Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Melalui program tersebut, para lansia akan memperoleh berbagai layanan secara terpadu, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi bersama psikolog, serta pelatihan keterampilan agar tetap aktif dan produktif. "Lewat program ini kami ingin menghadirkan solusi untuk berbagai permasalahan tersebut," jelas Ketua Piveri Banyuwangi, Wahyuni Dahliyana, Rabu (29/07/2026).
Baca juga: Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia
Lebih lanjut, Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaannya. Pasalnya, selama ini pihaknya juga telah menjalankan sejumlah kebijakan yang berpihak kepada lansia, di antaranya program Rantang Kasih yang menyediakan makanan bergizi secara rutin bagi lansia miskin yang hidup sebatang kara.
Selain itu, pemerintah daerah membuka ruang partisipasi bagi warga lanjut usia melalui forum Rembug Lansia sebagai wadah penyampaian aspirasi dalam proses pembangunan daerah. "Semua harapan, ide, dan gagasan dari warga lansia kami catat dan dijadikan rujukan pengambilan kebijakan daerah yang lebih ramah lansia," kata Mujiono.
Baca juga: Lewat Program ‘Si Ratu’, Pemkab Madiun luncurkan Operasional Mobil Rontgen Keliling
Banyuwangi juga mengembangkan inovasi Mal Orang Sehat yang mendorong masyarakat memanfaatkan layanan puskesmas tidak hanya ketika sakit, tetapi juga untuk pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai upaya deteksi dini. "Kami juga menggulirkan program jemput bola. Tim akan keliling ke rumah-rumah warga lansia, khususnya miskin dan sebatang kara, untuk memeriksa kesehatan maupun masalah sosial lainnya," pungkas Mujiono. by-02/dsy
Editor : Redaksi