SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Setelah berakhirnya masa libur sekolah dan kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah bahan pangan pangan, diantaranya harga daging ayam broiler di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo mengalami kenaikan signifikan. Harga ayam tersebut melonjak pasca kebutuhan daging ayam dari dapur penyedia MBG meningkat sehingga turut mempengaruhi harga di tingkat pasar.
Diketahui, untuk saat ini, harga ayam broiler telah mencapai Rp38.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut terjadi dalam lebih dari dua pekan terakhir. Pantauan di Pasar Baru Probolinggo, Sabtu (1/8/2026), menunjukkan harga daging ayam broiler dijual sekitar Rp38.000 per kilogram.
Padahal, saat libur sekolah sekitar dua pekan lalu, harga ayam sempat turun ke kisaran Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram yang diketahui naik sejak dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli 2026. Sehingga, para pedagang menduga lonjakan harga dipicu meningkatnya permintaan setelah Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan.
Kenaikan berlangsung secara bertahap, yakni sekitar Rp500 hingga Rp1.500 per kilogram setiap hari. Bahkan, harga saat ini telah mencapai Rp38.000 per kilogram dan mulai mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. "Tingginya permintaan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga. Namun, jika harga terus meningkat, pembeli justru enggan berbelanja sehingga penjualan ikut menurun," ujar Mistia, pedagang daging ayam broiler di Pasar Baru Probolinggo, Minggu (02/08/2026).
Akibat kenaikan harga tersebut, jumlah pembeli di pasar juga mulai mengalami penurunan. Sebagian besar pembeli yang masih bertahan merupakan pelaku usaha kuliner serta masyarakat yang memiliki kebutuhan untuk hajatan. Sehingga para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengambil langkah untuk menstabilkan harga daging ayam. Dengan demikian, daya beli masyarakat diharapkan tidak terus menurun. pr-02/dsy
Editor : Redaksi