Zikir dan Doa Kebangsaan

Berharap Mempersatukan Masyarakat Indonesia

surabayapagi.com
Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani saat menghadiri acara Zikir dan Doa Kebangsaan.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seluruh rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat (Jakpus) telah selesai, Minggu pagi.

Polda Metro Jaya memastikan acara berjalan lancar dan tertib.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas pengertian dan kerja samanya dalam mengikuti arahan petugas. Dukungan tersebut sangat membantu menjaga kelancaran mobilitas selama kegiatan berlangsung,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (2/8/2026).

Ketua MPR RI Ahmad Muzani hadir dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas) menyampaikan doa agar masyarakat Indonesia terus dipersatukan.

“Kita baru saja menyampaikan zikir dan doa. Mudah-mudahan semua zikir, doa, dan selawat diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan doa dan zikir ini, mudah-mudahan Indonesia tetap dalam keadaan utuh. Mudah-mudahan kita tetap dipersatukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ucap Muzani di lokasi acara, Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Muzani juga mendoakan agar perjalanan bangsa Indonesia terus disertai keberkahan. Dia berharap agar masyarakat Indonesia dijauhkan dari perpecahan.

“Mudah-mudahan barokah Allah terus menyertai kita semuanya, dan mudah-mudahan kita dihindari dari perpecahan, dijauhkan dari malapetaka dan bahaya, dijauhkan dari segala macam godaan-godaan yang berat,” tutur Muzani.

Kemudian Muzani turut mendoakan para pemimpin bangsa Indonesia. “Ya Allah, mudah-mudahan selawat kita dan doa kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ungkap Muzani. “Mudah-mudahan pemimpin kita dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, kesehatannya, umurnya, dan mudah-mudahan kita semua sebagai rakyat dan bangsa Indonesia dijaga keberkahannya dan ridha-Nya,” pungkasnya.

Pihak kepolisian mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah sama-sama menjaga ketertiban. Budi mengatakan petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memastikan kelancaran lalu lintas.

Kerukunan Umat Beragama Meningkat

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyampaikan indeks kerukunan umat beragama di Indonesia meningkat. Menag Nasaruddin menyebut peningkatan ini menjadi yang tertinggi sejak Indonesia merdeka.

Hal ini disampaikan Menag saat menyampaikan pidato dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam ini. Nasaruddin mengatakan kenaikan ini merupakan buah dari kerukunan yang terus dirawat.

“Ikhtiar kita di dalam merawat kerukunan juga membuahkan hasil yang membanggakan. Indeks kerukunan umat beragama meningkat dari 76,47 pada tahun 2024, menjadi 77,89 pada tahun 2025. Tertinggi semenjak negeri ini berdiri, Bapak Ibu sekalian,” ungkap Nasaruddin.

Kenaikan ini, kata Nasaruddin, melampaui target rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) pada 2025 sebesar 76,47 persen. Dia turut menerangkan bahwa kenaikan ini diikuti pula tingkat ketaatan umat dalam beribadah.

Ada Warga Hindu

Warga memenuhi seluruh area sisi selatan Monas sebagai titik tempat dilaksanakannya zikir dan doa kebangsaan. Zikir dan doa kebangsaan ini pun diikuti oleh para jemaah dari berbagai latar belakang agama.

Tampak jemaah mengenakan pakaian muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Sebagian warga lainnya tampak mengenakan pakaian bernuansa putih dengan dilengkapi udeng Bali atau ikat kepala khas umat Hindu serta selendang berwarna kuning.

Para jemaah yang hadir pun tampak dengan khidmat mengikuti kegiatan zikir dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar serta sejumlah pemuka agama yang hadir. Para warga pun kompak duduk bersama.

Acara ini dipimpin langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI, Nasaruddin Umar. Dalam acara ini hadir juga sejumlah jajaran Menteri Kabinet Merah Putih seperti Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wamensesneg Juri Ardiantoro, Wamendiktisaintek Stella Christie serta para pemuka agama dan tokoh masyarakat. jk/ptr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru