Pulihkan Ekosistem Ranu Klakah, Pemkab Lumajang Tebarkan 50 Ribu Benih Ikan

surabayapagi.com
Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama jajaran perangkat daerah terkait menebar benih ikan di Ranu Klakah. SP/LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka memulihkan keseimbangan ekosistem Ranu Klakah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang saat ini gencar menebarkan 50 ribu benih ikan lokal ke perairan danau setempat dan menyalurkan 50 ribu benih ikan lainnya kepada kelompok pelaku budi daya ikan.

Sehingga, dengan adanya penebaran benih ke danau dapat memperkuat populasi ikan di perairan umum, sedangkan bantuan benih kepada pelaku budi daya untuk mempercepat pemulihan produksi perikanan di kawasan Ranu Klakah. Kegiatan tersebut sekaligus juga sebagai wujud kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan serta memulihkan keseimbangan ekosistem perairan.

Baca juga: Tingginya Volume Kendaraan, Pemkab Fokus Perbaikan 20 Ruas Jalan di Lumajang

"Program tersebut menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam memulihkan keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha budi daya perikanan masyarakat. Itu adalah langkah strategis untuk mendukung keberlanjutan sumber daya ikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," kata Bupati Lumajang Indah Amperawati, Selasa (04/08/2026).

Baca juga: Perkuat Identitas Budaya Baru, Pemkab Lumajang Jadikan Batik Motif Tumpak Sewu

Perlu diketahui, adanya benih yang ditebar merupakan jenis ikan lokal yang secara alami hidup di perairan umum, seperti danau, sungai, dan rawa. Dengan karakter tersebut, benih diharapkan mampu beradaptasi dengan baik sehingga dapat memperkuat populasi ikan di Ranu Klakah. "Sementara bantuan benih kepada pembudidaya diharapkan mendukung keberlanjutan usaha budi daya ikan air tawar di kawasan tersebut," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Ancaman Siber, Pemkab Lumajang Perkuat Ketahanan Layanan Digital

Bupati Indah menjelaskan keberhasilan program restocking tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, Pemkab Lumajang berharap, langkah tersebut semakin meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga ekosistem perairan karena dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. lj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru