SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menciptakan masyarakat bisa hidup lebih baik, sebanyak 2.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Surabaya menerima manfaat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 dari pemerintah, yang semula pada tahun 2026 hanya menerima jatah program tersebut sebanyak 1.096 unit rumah, kini dinaikkan menjadi 2.000 unit.
"Saya putuskan kuota bedah rumah di Kota Surabaya yang sebelumnya tahun 2025 sebanyak 187 unit dan tahun 2026 sebanyak 1.096 unit, hari ini saya naikkan menjadi 2.000 unit untuk tahun 2026," ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Rabu (05/08/2026).
Baca juga: Harga Ikan di Pasar Pabean Surabaya Alami Kenaikan Imbas Cuaca Esktrem Wilayah Perairan
Lebih lanjut, dalam program perbaikan rumah ini masyarakat tidak perlu khawatir karena tidak dikenakan potongan biaya sepeserpun. Sehingga, pemerintah memberikan bantuan tersebut khusus untuk masyarakat dengan berpenghasilan rendah (MBR) khususnya desil 1 sampai dengan 4 supaya program tersebut tepat sasaran.
Baca juga: Parkir Sembarangan di Pucang Sewu Surabaya Bisa Didenda Rp500 Ribu
"Bahkan, jika ditemukan adanya pungutan, masyarakat bisa melaporkannya pada saluran yang sudah disediakan. Selain itu, saat ini pemerintah terus memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat supaya bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah termasuk di dalamnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan syarat dan ketentuan untuk mendapatkan program tersebut," tuturnya.
Dan berdasarkan ketentuan terbaru, calon penerima BSPS tidak lagi diwajibkan memiliki dokumen kepemilikan rumah yang telah diverifikasi. Selain penyederhanaan persyaratan, pemerintah juga memperluas cakupan perbaikan rumah melalui regulasi terbaru.
Baca juga: Wisnu Wardhana is Back Daftar Calon Ketua DPD Demokrat Jatim
Salah seorang penerima manfaat perbaikan rumah Asih mengaku senang rumahnya bisa diperbaiki oleh pemerintah karena dirinya tidak sanggup memperbaiki akibat keterbatasan ekonomi. "Rencananya pembangunan mulai tanggal 5 Agustus sampai dengan tanggal 5 September. Saya sehari-hari berjualan makanan dengan penghasilan yang minim," katanya. sb-03/dsy
Editor : Redaksi