Capai 120 Ton per Hari, Pemkot Madiun Targetkan Kurangi 30 Persen Sampah ke TPA Winongo

surabayapagi.com
Kegiatan pilah sampah dari rumah, yang memilah sampah organik, anorganik, residu, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dari rumah. SP/MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui program kampanye pilah sampah dari rumah yang telah dicanangkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, telah menargetkan dapat mengurangi produksi sampah hingga 30 persen yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Winongo. Dimana, sampah yang dipilah dari rumah, tidak lagi langsung dibuang. Tetapi wajib dipilah dulu sesuai jenisnya, yakni sampah organik, anorganik, residu, dan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun Feti Indriani mengatakan, untuk sampah organik sebisa mungkin untuk dimanfaatkan kembali menjadi kompos, misalnya. Sementara sampah anorganik seperti botol dan kantong plastik juga dimanfaatkan untuk didaur ulang atau paling tidak dijual.

Baca juga: Sambut HUT RI, Pemkot Madiun Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis

"Saat ini sampah yang masuk ke TPA Winongo sekitar 120 ton per hari. Dengan program ini kami harapkan 30 persen sudah bisa dikurangi di tingkat masyarakat. Artinya, sampah yang masuk ke TPA hanya sampah residu yang benar-benar sudah tak bisa dimanfaatkan lagi," jelasnya, Rabu (05/08/2026).

Baca juga: Siapkan Solusi Jangka Panjang, Pemkab Percepat Atasi Sampah Sungai Sukodono

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan program pilah sampah dari rumah tentu dilakukan secara bertahap karena kondisi tiap RT yang berbeda. Ada RT yang sudah memiliki alat dan lahan untuk pengelolaan sampah. Sebaliknya ada yang masih benar-benar baru. Karena itu, petugas DLH juga terus melakukan pendampingan, baik ke masyarakat maupun petugas Pendekar Hijau di tiap RT dan kelurahan agar kampanye program tersebut berjalan optimal dalam pengelolaan sampah kota.

Baca juga: Solusi Atasi Sampah, Pemkab Sidoarjo Perkuat Sinergi Lebih Efektif dan Berkelanjutan

Selain itu, petugas DLH juga masih melakukan pengambilan sampah dari masyarakat. Namun, dengan penjadwalan. Untuk sampah anorganik dijadwalkan pengambilan pada hari Kamis dan Minggu. Selain itu merupakan pengambilan untuk sampah organik yang belum terolah meski sudah dipilah. Dan saat ini, Pemkot Madiun telah meluncurkan program kampanye pilah sampah dari rumah sebagai upaya pengelolaan sampah di wilayahnya guna mewujudkan bebas masalah sampah tercapai di tahun 2027 atau zero waste 2027. md-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru