Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

surabayapagi.com
Bupati Sidoarjo Subandi saat menandatangani komitmen bersama melestarikan Mangrove yang diikuti pemerintah kabupaten/kota di sepanjang Pantai Utara Jawa. SP/SDA

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mulai konsisten memperkuat ekosistem mangrove di pesisir Sidoarjo. Pasalnya, Mangrove dinilai memiliki potensi lebih luas karena dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi masyarakat, mulai dari perikanan hingga ekowisata.

Karena itu, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi mangrove. “Melalui deklarasi ini kami berkomitmen menjadikan pengelolaan ekosistem mangrove sebagai fondasi pembangunan masyarakat pesisir yang inklusif, produktif, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, Selasa (11/08/2026).

Baca juga: Ditarget Rampung 2027, Pemkab Sidoarjo Siapkan Perluasan Akses KDKMP Ngingas

Diketahui, ada lima komitmen yang disepakati dalam deklarasi tersebut. Pertama, memperkuat pemberdayaan masyarakat secara inklusif dan partisipatif melalui pendataan kelompok sasaran, pemetaan potensi, peningkatan kapasitas, pendampingan usaha hingga penguatan peran masyarakat dalam pengelolaan mangrove. 

Baca juga: Harga Daging Ayam di Pasar Porong Tembus Rp 43 Ribu per Kg saat Maulid Nabi

Kedua, mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis mangrove. Potensinya mencakup silvofishery, perikanan berkelanjutan, produk olahan hasil laut dan mangrove, hasil hutan bukan kayu, ekowisata hingga pengembangan UMKM lokal. Dan ketiga, penguatan kelembagaan dan ekonomi lokal melalui kelompok usaha, koperasi, BUM Desa maupun BUM Desa Bersama. Lembaga tersebut diharapkan mampu membuka akses pembiayaan, membangun kemitraan dan mengelola usaha secara profesional.

Selanjutnya, pemerintah daerah mendorong sinergi multipihak melalui dukungan kebijakan, riset, inovasi, investasi, teknologi, akses pasar hingga tanggung jawab sosial lingkungan. Komitmen terakhir adalah menyusun dan memantau rencana aksi bersama dengan menetapkan wilayah prioritas, sasaran penerima manfaat, indikator keberhasilan serta evaluasi secara berkala. 

Baca juga: Ditarget Rampung Desember 2026, Pemkab Sidoarjo Percepat Betonisasi Jalan Tambakcemandi

Dengan demikian, program nilai ekonomi karbon mangrove diharapkan tidak berhenti pada upaya menjaga lingkungan, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun masyarakat pesisir yang lebih mandiri dan memiliki sumber penghasilan berkelanjutan. sd-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru