Antisipasi Karhutla Bromo Tak Berulang, Pemkab Probolinggo Perkuat Mitigasi

surabayapagi.com
Bupati Probolinggo Mohammad Haris saat berbincang dengan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo. SP/PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo agar tak berulang karena penyebab kebakaran diduga akibat ulah manusia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memperkuat mitigasi dan langkah pencegahan pada masa mendatang.

"Karhutla Bromo merupakan persoalan yang berpotensi berulang, sehingga membutuhkan penanganan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Kebakaran itu merupakan persoalan yang berulang sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan berkelanjutan," kata Bupati Probolinggo Mohammad Haris, Kamis (13/08/2026).

Baca juga: Cegah Karhutla, Polres Blitar Kota Gencarkan Edukasi Pasang Banner Imbauan dan Larangan Pembakaran Lahan

Lebih lanjut, Pemkab Probolinggo memastikan akan terus mendukung koordinasi lintas sektor dalam penanganan karhutla sekaligus mendorong penguatan mitigasi untuk menjaga kawasan Bromo dan masyarakat di sekitarnya. Dan upaya pencegahan kebakaran di kawasan Gunung Bromo tidak cukup hanya menyasar wisatawan, namun masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan konservasi, termasuk masyarakat Tengger juga perlu mendapatkan edukasi secara berkelanjutan.

Baca juga: Cegah Karhutla Bromo, Pemkab Probolinggo Edukasi Warga dan Terapkan EWS

"Kami juga melakukan penguatan edukasi kepada masyarakat dan menerapkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mencegah terjadinya kembali kebakaran hutan dan lahan di Bromo. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan Bromo, terlebih saat kondisi cuaca panas dan kering disertai angin kencang, potensi kebakaran menjadi semakin tinggi,” tuturnya.

Pemerintah juga berencana melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dilakukan BNPB dengan berkoordinasi bersama BMKG sebagai upaya membantu membasahi wilayah terdampak sehingga proses pemadaman lebih efektif sekaligus mencegah api berkembang ke kawasan lain.

Baca juga: Kebakaran di Bromo, TNBTS Menduga Bukan Faktor Alam Tapi Aktivitas Manusia

Diketahui, sebelumnya kasus karhutla di Gunung Bromo akibat flare terjadi pada 6 September 2023 di Bukit Teletubbies (Savana Lembah Watangan) akibat aktivitas foto prewedding tanpa izin yang menggunakan suar hingga menyebabkan 989 hektare kawasan TNBTS terbakar dan kasus tersebut sudah diproses hukum. pr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru