Kebakaran Lahap Satu Hektare Vegetasi Pohon Sono di Gunung Jabung di Trenggalek

surabayapagi.com
Kebakaran melahap area seluas satu hektare di kawasan Gunung Jabung, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.  SP/TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Setelah insiden kebakaran yang menghanguskan kawasan Gunung Bromo hingga ditutup total, kini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran melahap area seluas satu hektare di kawasan Gunung Jabung, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. 

Berdasarkan laporan dari lokasi kejadian, pergerakan kobaran api dengan cepat menjalar ke arah lereng gunung. Hal ini dipicu oleh angin dan kondisi vegetasi yang mengering. Pasalnya, area tersebut ditumbuhi vegetasi pohon sono dan semak belukar. Beruntung, saat ini, kebakaran telah dinyatakan padam sehingga kondisi terkendali.

Baca juga: Kebakaran Landa Wilayah Blitar Lagi, Korban Alami kerugian Capai Rp100 Juta

"Titik api laporan warga sekitar pukul 17.00 WIB di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, Selasa (11 Agustus). Api berhasil dipadamkan secara total pada malam harinya sekitar pukul 20.15 WIB," jelas Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova, Kamis (13/08/2026).

Baca juga: Tangani Kebakaran TNBTS, Pemkab Pasuruan Kerahkan 3 Kendaraan Tangki Air hingga Helikopter

Diketahui, Pohon Sono atau Sonokeling (Dalbergia latifolia) adalah jenis tanaman kayu keras penghasil kayu pertukangan berkualitas tinggi yang termasuk dalam famili Fabaceae (polong-polongan). Tekstur seratnya yang halus dan warna kayunya yang eksotis, kayu sono sangat diminati sebagai bahan utama pembuatan lemari, meja, kursi, dan ukiran kelas atas hingga gagang pisau dan barang kerajinan tangan.

Sedangkan pohon Sonokeling memiliki fungsi ekologis penting di kawasan hutan dan perbukitan, termasuk lereng gunung. Sistem perakarannya yang kuat membantu menjaga kelestarian air dan tanah serta mencegah erosi.

Baca juga: Mobil di Blitar Hangus Terbakar Akibat Konsleting Listrik, Kerugian Capai Rp200 Juta Lebih

Untuk itu, Dodi mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Terutama berlaku di kawasan perbukitan dan hutan yang rentan selama musim kemarau. "Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla tidak hanya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial di wilayah terdampak," ujarnya. tr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru