BTT Melonjak dari Rp2 Miliar Jadi Rp13,52 Miliar, DPRD Kota Madiun Ingatkan Pemkot

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun.
Rapat Paripurna DPRD Kota Madiun.

i

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Delapan fraksi DPRD Kota Madiun akhirnya menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah dengan sejumlah catatan.

‎Salah satu yang menjadi perhatian adalah melonjaknya anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari semula Rp2 miliar menjadi Rp13,52 miliar atau naik sekitar 576 persen.

‎“Fraksi Golkar kembali menegaskan perhatian khusus atas membengkaknya pos BTT dari Rp2 miliar menjadi Rp13,52 miliar,” demikian pendapat akhir Fraksi Golkar yang dibacakan Dedi Tri Arifianto, Senin (31/8/2026).

‎Golkar juga mendorong Pemkot Madiun menyusun standar operasional prosedur (SOP) pencairan BTT melalui peraturan wali kota.

‎Sorotan terhadap BTT juga datang dari Fraksi PDI Perjuangan. Fraksi tersebut  meminta Pemkot Madiun memperbaiki perencanaan anggaran agar program-program prioritas ditempatkan secara jelas pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani.

‎“Terutama jika memang diperuntukkan pada program prioritas, maka harus ditempatkan lebih spesifik dan detail pada instansi atau OPD terkait,” tegas Dodik Danang Setiawan dari Fraksi PDIP.

‎Selain BTT, penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2025 sebesar Rp154,79 miliar juga mendapat perhatian fraksi-fraksi DPRD.

‎Fraksi PKB meminta SiLPA tersebut digunakan untuk membiayai program yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pemanfaatannya juga diingatkan agar tidak menimbulkan ketergantungan fiskal.

‎Pandangan serupa disampaikan Fraksi Gerindra-NasDem. SiLPA diminta diarahkan untuk belanja prioritas yang produktif dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

‎Sementara itu, Fraksi Golkar mengingatkan Pemkot Madiun agar proyek fisik dan proses lelang belanja modal dapat diselesaikan tepat waktu. Hal itu untuk mencegah kembali terjadinya persoalan rendahnya penyerapan anggaran menjelang akhir tahun.

‎Fraksi Demokrat juga menyoroti terbatasnya waktu pelaksanaan P-APBD 2026. Seluruh OPD diminta mempercepat pelaksanaan program, namun tetap menjaga kualitas pekerjaan dan mematuhi ketentuan perundang-undangan.

‎“Jangan sampai percepatan pelaksanaan maupun upaya optimalisasi penyerapan anggaran justru mengabaikan ketentuan dan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Ismiati dari Fraksi Demokrat.

‎Fraksi PKS menekankan pentingnya penerapan prinsip money follow program. Anggaran dinilai tidak boleh sekadar dibagi berdasarkan rutinitas, tetapi harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat.

‎Fraksi PSI juga meminta setiap rupiah anggaran memiliki keterkaitan yang jelas dengan target keluaran, hasil, serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

‎Sektor perlindungan sosial tak luput dari perhatian. Fraksi Perindo, PDIP, dan PKB meminta perubahan maupun pergeseran anggaran bantuan sosial tidak sampai mengurangi hak masyarakat miskin dan kelompok rentan.

‎Perindo secara khusus mengingatkan perubahan data desil maupun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak boleh menjadi alasan terhambatnya penyaluran bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

‎Di sisi pendapatan, delapan fraksi juga mendorong Pemkot Madiun mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, peningkatan pendapatan tersebut diminta tidak dilakukan dengan menambah beban masyarakat, khususnya pedagang kecil dan pelaku UMKM.

‎Meski memberikan sejumlah catatan dan kritik, seluruh fraksi akhirnya menyatakan menerima P-APBD Kota Madiun 2026.

‎Delapan fraksi tersebut yakni Fraksi Perindo, PDIP, Demokrat, PSI, Gerindra-NasDem, PKS, PKB, dan Golkar.

‎Dengan disetujuinya P-APBD tersebut, pekerjaan Pemkot Madiun kini bukan sekadar menyelesaikan proses administrasi anggaran. Catatan yang disampaikan DPRD harus diwujudkan dalam pelaksanaan anggaran yang transparan, terukur, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.waf

Berita Terbaru

Tumpas Semeru 2026, Polres Blitar Kota Ungkap dan Tangkap 13 Tersangka Beserta Barang Bukti

Tumpas Semeru 2026, Polres Blitar Kota Ungkap dan Tangkap 13 Tersangka Beserta Barang Bukti

Selasa, 01 Sep 2026 14:44 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota, dalam pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2026, berhasil menumpas peredaran Sabu sabu dan Obat obatan terlarang,…

Peringati HUT Polwan ke-78, Kapolres Blitar Apresiasi Polwan dan Siswa/Siswi Paskibraka hingga Pelatih

Peringati HUT Polwan ke-78, Kapolres Blitar Apresiasi Polwan dan Siswa/Siswi Paskibraka hingga Pelatih

Selasa, 01 Sep 2026 14:40 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar gelar apel pemberian penghargaan sekaligus peringati Hari Jadi Polwan ke-78 P (Polwan) Tahun 2026 tepat hari Selasa…

Stok di Pangkalan Kosong, Warga di Banyuwangi Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg

Stok di Pangkalan Kosong, Warga di Banyuwangi Keluhkan Kelangkaan LPG 3 Kg

Selasa, 01 Sep 2026 14:31 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti ketersediaan (stok) Liquefied Petroleum Gas (elpiji) tiga kilogram terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten…

Cari Cadangan Migas, Pemkab Bojonegoro Dukung SKK Migas Survei Seismik 2D Lamturo

Cari Cadangan Migas, Pemkab Bojonegoro Dukung SKK Migas Survei Seismik 2D Lamturo

Selasa, 01 Sep 2026 14:25 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya untuk mencari cadangan minyak bumi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, mendukung Satuan Kerja Khusus…

Mulai Disorot! Hiu Paus di Muara Sungai Porong Bisa Berpotensi Dongkrak Wisata Bahari Sidoarjo

Mulai Disorot! Hiu Paus di Muara Sungai Porong Bisa Berpotensi Dongkrak Wisata Bahari Sidoarjo

Selasa, 01 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Keberadaan satwa laut hiu paus di perairan muara Sungai Porong, Kecamatan Jabon, Sidoarjo yang sempat viral, kini dinilai…

Selain Vegetasi, TNBTS Lumajang Temukan Kijang Mati Terbakar Saat Karhutla

Selain Vegetasi, TNBTS Lumajang Temukan Kijang Mati Terbakar Saat Karhutla

Selasa, 01 Sep 2026 13:26 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 13:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Selain vegetasi yang hangus terbakar akibat karhutla, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang, baru saja…